Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kemen PU Perkuat Jembatan Krueng Tingkeum dengan Proteksi Tebing

Kementerian Pekerjaan Umum membangun proteksi tebing sungai sepanjang 736 meter untuk memperkuat ketahanan Jembatan Krueng Tingkeum di Bireuen, Aceh, guna menghadapi risiko erosi dan bencana masa depan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Kemen PU Perkuat Jembatan Krueng Tingkeum dengan Proteksi Tebing📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Pekerjaan Umum melanjutkan upaya pemulihan infrastruktur pasca-bencana dengan memperkuat Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh. Langkah strategis yang diambil berupa pembangunan proteksi tebing sungai sepanjang 273 meter di sisi Banda Aceh dan 463 meter di sisi Medan, bertujuan menekan dampak erosi akibat aliran sungai yang dinamis. Upaya ini merupakan bagian dari prinsip *build back better*, di mana infrastruktur tidak hanya diperbaiki, tetapi dibangun kembali dengan standar yang lebih tinggi untuk ketahanan jangka panjang.

Jembatan yang telah beroperasi penuh sejak 20 September 2026 memiliki panjang 149 meter dengan lebar 11 meter, dilengkapi struktur atas berupa Steel I Girder (SIG) sepanjang 30 meter dan Steel Box Girder (SBG) dengan bentang 57,2 meter dan 50 meter. Selain struktur utama, pembangunan juga mencakup oprit sepanjang 150 meter di sisi Banda Aceh dan 400 meter di sisi Medan, mendukung konektivitas lintas wilayah. Peningkatan ini tidak hanya memperbaiki kondisi fisik, tetapi juga memastikan stabilitas jangka panjang terhadap perubahan dinamika aliran sungai.

Plt Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Zulkarnaini, menyampaikan bahwa penanganan ini merupakan bagian dari penyelesaian permanen pasca-bencana pada ruas jalan nasional di Bireuen dan Aceh Utara. Meski terdapat penyesuaian di sisi Medan akibat permasalahan sosial terkait pemanfaatan lahan, koordinasi intensif telah dilakukan dengan pemerintah daerah dan masyarakat terdampak untuk mencapai kesepakatan. Progres secara umum berjalan sesuai rencana, termasuk penyelesaian pekerjaan proteksi sungai.

Dengan beroperasinya jembatan yang telah diperkuat, konektivitas antarwilayah di Koridor Lintas Timur Aceh–Sumatera Utara kembali pulih dan ditingkatkan. Jembatan ini tidak hanya melayani mobilitas warga, tetapi juga menjadi jalur krusial bagi distribusi barang dan logistik. Upaya penguatan infrastruktur ini menunjukkan komitmen Kemen PU dalam membangun sistem transportasi yang tangguh, berkelanjutan, dan mampu menghadapi ancaman bencana alam di masa depan.

Penyelesaian pekerjaan pendukung terus dilakukan, dengan sinergi terus diperkuat antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Tujuan akhirnya adalah memastikan seluruh aspek penanganan selesai secara optimal, sehingga jembatan dapat berfungsi secara maksimal sebagai tulang punggung konektivitas wilayah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya