Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

KKP Perkuat Ekosistem Nelayan Melalui Kolaborasi Multisektor

Sinergi antar kementerian dan BUMN dorong pengelolaan kampung nelayan secara profesional demi kesejahteraan pesisir.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 15.39 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 6x dibuka
KKP Perkuat Ekosistem Nelayan Melalui Kolaborasi Multisektor📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperluas kemitraan strategis dengan Kementerian Koperasi, Kementerian Keuangan, dan Badan Pengelola BUMN untuk mengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) secara berkelanjutan. Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Surat Keputusan Bersama dilakukan secara langsung di Tongke-Tongke, Sinjai, Sulawesi Selatan, menandai langkah konkret memastikan infrastruktur KNMP beroperasi secara efisien dan memberikan manfaat nyata bagi nelayan di tingkat desa.

Kerja sama ini mengintegrasikan kekuatan lembaga negara dalam membangun ekosistem koperasi berbasis kelautan dan perikanan. Fokus utama mencakup penguatan kapasitas SDM, optimalisasi data, peningkatan daya saing koperasi, serta pendampingan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai pelaku usaha utama. Dengan demikian, nelayan tidak lagi perlu memikirkan modal saat melaut, karena hasil tangkapan akan dijamin dibeli oleh koperasi tersebut.

PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) ditunjuk sebagai mitra pengelola KNMP bersama koperasi lokal. Tugasnya mencakup penyusunan rencana bisnis, perencanaan operasional, dan pengembangan akses pemasaran hasil perikanan. Langkah ini menjadi fondasi bagi kemandirian ekonomi nelayan di wilayah pesisir, termasuk pulau-pulau terpencil yang sebelumnya kesulitan akses infrastruktur dan pasar.

KKP menargetkan pembangunan KNMP mencapai 1.269 titik pada tahun ini, dengan 65 lokasi sudah beroperasi secara uji coba. Rencana jangka panjang hingga 2029 menyasar 5.000 desa nelayan di seluruh Indonesia. Menteri Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa program ini bagian dari transformasi ekonomi desa pesisir, sekaligus upaya mendukung swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat maritim.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya