Negara Muslim Tetap Hadir Saat Netanyahu Berpidato di PBB
Sejumlah negara mayoritas Muslim memilih tetap berada di ruang sidang PBB saat Netanyahu menyampaikan pidato, meski banyak negara lain walkout akibat kritik terhadap kebijakan Israel.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 17.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pada sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-81 di New York, aksi walkout melanda ruangan saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memulai pidatonya. Lebih dari 70 negara memilih meninggalkan ruangan atau menahan delegasinya tak hadir, namun sejumlah negara dengan mayoritas penduduk Muslim tetap menunjukkan keberadaan perwakilannya. Uni Emirat Arab, Bahrain, Azerbaijan, Kazakhstan, Albania, Maroko, dan Senegal tercatat tidak mengikuti aksi protes tersebut, menunjukkan posisi diplomasi yang berbeda dari sebagian besar negara Islam lainnya.
Di sisi lain, negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, Jerman, Argentina, Hungaria, Serbia, Ukraina, Republik Ceko, dan Yunani juga mempertahankan kehadiran delegasinya. Uni Eropa, China, serta sejumlah negara lain seperti Australia, Kanada, Portugal, Polandia, Denmark, Rumania, Slovakia, Estonia, Lithuania, Luksemburg, Islandia, Meksiko, Kenya, dan El Salvador tetap menempatkan perwakilan mereka di ruang sidang. China, meski sebelumnya kritis terhadap kebijakan Israel di Gaza dan Tepi Barat, hanya mengirim satu diplomat sebagai perwakilan.
Indonesia menjadi salah satu dari banyak negara yang ikut dalam aksi walkout bersama Turki, Palestina, Tunisia, Suriah, Aljazair, Yaman, Mesir, Irak, Arab Saudi, Yordania, Iran, Qatar, Lebanon, Malaysia, Kuwait, Spanyol, Brasil, Peru, Kuba, Nigeria, Ghana, Libya, Bangladesh, Afghanistan, Oman, Niger, Madagaskar, Botswana, Bahama, Antigua dan Barbuda, serta Cabo Verde. Aksi tersebut menyebabkan sebagian besar kursi di ruang sidang terlihat kosong saat Netanyahu melanjutkan pidatonya.
Protes ini muncul di tengah kritik global yang meningkat terhadap operasi militer Israel di Gaza, kebijakan pendudukan di Tepi Barat, serta serangan di wilayah-wilayah lain di kawasan. Pada September 2025, Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB menyatakan Israel telah melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza, pernyataan yang ditolak oleh pemerintah Israel. Di samping itu, Netanyahu juga menjadi target surat perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) sejak 21 November 2024 atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Penyu Laut Langka Bertelur di Pantai California, Pertama Kali Diamati Secara Alami
Seekor penyu laut langka berhasil bertelur di Pantai Huntington, California Selatan, menjadi catatan pertama spesies ini bertelur secara alami di sepanjang Pantai Barat Amerika Serikat.
26 September 2026

Demonstran Pro-Palestina Blokir Jalan di New York Usai Pidato Netanyahu
Ratusan warga menolak pidato Netanyahu di PBB dengan aksi blokade dan spanduk di Manhattan, menekankan kekejaman perang Gaza dan menyerukan penangkapan perdana menteri Israel.
26 September 2026

Influencer Kritis Tewas Dengan Luka Parah di Kano
Seorang aktivis media sosial asal Kano, Nigeria, ditemukan tewas dengan luka serius di kepala dan tenggorokan, menimbulkan kekhawatiran atas ancaman terhadap kebebasan berpendapat menjelang pemilu 2027.
26 September 2026

Wacana Kuliah Gratis Dihadapi dengan Kekhawatiran dan Harapan
Mahasiswa dari berbagai daerah menyambut wacana kuliah gratis dengan campuran harap dan skeptisisme, mengingat beban finansial yang terus membekas di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.
26 September 2026
Berita Lainnya

Paspor Dibungkus Alumunium, Apakah Benar Cegah Pencurian Data?
Sabtu, 26 September 2026, 17.53 WITA

Makanan Sehat untuk Hamster: Panduan Lengkap dari Pelet hingga Camilan
Sabtu, 26 September 2026, 17.50 WITA

SIM Wajib Diperpanjang Tiap 5 Tahun, Bukan Karena Administrasi
Sabtu, 26 September 2026, 17.48 WITA

Pemutihan Pajak Kendaraan Jateng Berlanjut Hingga Desember 2026
Sabtu, 26 September 2026, 17.47 WITA

Mobil-mobil Legendaris Dihentikan Produksi, Harga Bekasnya Masih Kompetitif
Sabtu, 26 September 2026, 17.47 WITA

Mengisi Baterai Semalaman: Aman atau Berisiko?
Sabtu, 26 September 2026, 17.45 WITA

Australia Bentuk Satgas Tangani Akses AI Ilegal ke Data Kesehatan
Sabtu, 26 September 2026, 17.37 WITA

Transaksi PINTU - KKI Bukan Kredit Indonesia, Ini Fakta Sebenarnya
Sabtu, 26 September 2026, 17.35 WITA

