KNEKS Perkuat Kolaborasi dengan Kampus untuk Wujudkan Talenta Syariah Unggul
KNEKS bersinergi dengan asosiasi fakultas ekonomi untuk menyelaraskan pengembangan talenta ekonomi syariah melalui pendekatan akademik, praktik, dan kolaborasi industri.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menggelar rapat terkait program integrasi pengembangan talenta di lingkungan Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, dalam upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor ekonomi syariah. Pertemuan ini melibatkan Asosiasi Fakultas Ekonomi Bisnis Indonesia (AFEBI) dan Asosiasi Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (AFEBIS) sebagai mitra strategis dalam menyusun kerangka pengembangan kompetensi yang holistik dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Fokus utama program adalah menyelaraskan pendidikan tinggi dengan realitas industri, bukan hanya dari sisi akademik, tetapi juga keterampilan praktis, kemampuan kepemimpinan, serta kesiapan berkolaborasi dalam lingkungan kerja nyata. Dengan pendekatan terintegrasi, KNEKS bertujuan menciptakan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga siap terjun langsung dalam dunia kerja syariah.
Prof. Dr. Aurik Gustomo, Ketua AFEBI dan Dekan SBM ITB, menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai pusat riset dan inovasi yang mendorong transformasi sektor ekonomi syariah. Ia menilai kolaborasi antar institusi akademik, praktisi, lembaga pemerintah, dan industri menjadi kunci keberhasilan dalam membangun ekosistem talenta yang kompetitif dan berkelanjutan.
KNEKS juga menggarisbawahi perlunya penguatan branding lulusan ekonomi dan keuangan syariah agar lebih dikenal luas di kalangan industri. Hasil kajian bersama berbagai asosiasi, termasuk Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), menunjukkan adanya kesenjangan persepsi antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia usaha. Oleh karena itu, diperlukan sinergi lintas sektor untuk memetakan kebutuhan SDM dan memperjelas profil lulusan sesuai dinamika pasar kerja.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Penerimaan Pajak Capai Rp1,6 Puluhan Triliun di Pertengahan Tahun
Realisasi penerimaan pajak hingga September 2026 mencapai Rp1,607 triliun, tumbuh 24,1% dari tahun sebelumnya, didorong efektivitas sistem Coretax dan kenaikan aktivitas ekonomi.
9 Oktober 2026

PNBP Capai 107,2% Target, Didorong Surplus BI dan Penindakan Hutan
Setoran penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga September 2026 sudah melampaui target nasional sebesar 107,2%, didukung oleh surplus Bank Indonesia dan hasil penindakan Satgas PKH.
9 Oktober 2026

Emas Picu Lonjakan Inflasi Inti, Pemerintah Soroti Permintaan Domestik
Inflasi inti September 2026 mencapai 2,84% yoy, dengan emas perhiasan jadi pemicu utama, namun peningkatan permintaan domestik tetap menjadi kunci di balik tekanan harga.
9 Oktober 2026

Pajak Rokok Dialokasikan untuk Penegakan Hukum Bea dan Cukai
Pemerintah resmi mengalokasikan 2,5% penerimaan pajak rokok untuk penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai berdasarkan PMK 70/2026.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

Rokok Varian Baru Mulai Beredar di Kota Kendari
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

PT Ceria Nugraha Indotama Kolaborasi dengan Universitas 19 November dalam Pendidikan
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Warung Makan Sop Saudara di Kota Una-Una
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Antrian BBM di Kabupaten Konawe Pondoideaha
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Antrian Mobil Truk Menanti Pengisian Solar di SPBU Pondidaha, Konawe
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA
Tempat Nongkrong Paling Asik di Kota Kendari
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Nomor Paspor Tetap Seumur Hidup Mulai 2027
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.11 WITA

Maung Garuda Resmi Diluncurkan sebagai Mobil Dinas Menteri
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.10 WITA

