Krisis Energi di Sultra: Antrean BBM dan Pemadaman Jadi Cerminan Tata Kelola
Krisis energi di Sulawesi Tenggara terus menggema, ditandai antrean bahan bakar dan pemadaman listrik, yang menunjukkan kegagalan tata kelola energi secara menyeluruh.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 07.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibukaKendari, ıNarasikita - Kondisi krisis energi di Sulawesi Tenggara kembali mencuat setelah warga di sejumlah wilayah mengeluhkan antrean panjang untuk mendapatkan bahan bakar minyak dan pemadaman listrik yang tak terduga. Fenomena ini bukan sekadar gangguan teknis, melainkan indikator sistem distribusi energi yang belum mampu menangani lonjakan permintaan dan ketidakseimbangan pasokan. Di beberapa titik, antrean BBM bahkan berlangsung hingga berjam-jam, memicu ketidaknyamanan dan kerugian ekonomi bagi pelaku usaha kecil.
Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah kabupaten, termasuk Kendari dan Kolaka, mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan produktivitas. Sementara itu, ketersediaan pasokan listrik dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan tenaga air tidak mampu memenuhi permintaan puncak. Kondisi ini menyoroti kegagalan perencanaan kapasitas dan distribusi energi, terutama di daerah yang mengalami pertumbuhan ekonomi dan populasi tinggi.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sultra menyatakan bahwa krisis bukan disebabkan kekurangan cadangan energi, melainkan ketidakmampuan sistem manajemen dalam mengalokasikan dan mendistribusikan energi secara merata. Ia menekankan perlunya perbaikan infrastruktur, peningkatan kapasitas pembangkit, serta sinkronisasi antara pemerintah daerah dan penyedia jasa energi. Tanpa reformasi tata kelola, risiko krisis akan terus berulang.
Dalam evaluasi terakhir, sejumlah wilayah di Sultra mencatat kenaikan konsumsi listrik hingga 18 persen dalam dua tahun terakhir, namun kapasitas produksi hanya tumbuh 5 persen. Kebijakan distribusi yang belum adaptif terhadap perubahan pola konsumsi dan kurangnya perencanaan cadangan darurat menjadi faktor utama. Solusi jangka panjang harus berbasis pada sistem yang transparan, responsif, dan berbasis data.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Konten Kreator Kantong Merah Merambah Pungut Sampah di Kota Kendari
Sejumlah konten kreator dengan inisial "Kantong Merah" mulai terlibat dalam kegiatan pungut sampah di Kota Kendari.
15 September 2026

Cuaca Ekstrem Berdampak pada Harga Ikan di Pasar Tradisional
Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini berdampak pada ketersediaan dan harga ikan di pasar tradisional.
15 September 2026

Rumah Bordil dan Alkohol Tradisional Tersembunyi di Sultra
Ada praktik haram berupa rumah bordil dan minuman alkohol tradisional yang diduga tidak tersentuh aparat kepolisian di wilayah Sulawesi Tenggara.
15 September 2026
Bupati Dorong Optimalisasi PAD dan Pelayanan di Konawe
Bupati Konawe menekankan peran OPD dalam meningkatkan pendapatan daerah dan kualitas layanan publik melalui efisiensi serta inovasi.
14 September 2026
Berita Lainnya

Canggu yang Berubah, Tetap Menyimpan Kesunyian
Selasa, 15 September 2026, 07.48 WITA

5 Makanan Lokal dan Global untuk Kesehatan Usus
Selasa, 15 September 2026, 07.47 WITA

Kurangi Gula Tambahan, Mulai Hari Ini untuk Kesehatan Lebih Baik
Selasa, 15 September 2026, 07.47 WITA

Pemprov Sulsel Tegaskan Batas Isi BBM saat Indikator 1 Bar
Selasa, 15 September 2026, 07.45 WITA

Purbaya Nyetir Mercy Lawas Sebelum Digantikan
Selasa, 15 September 2026, 07.45 WITA

Koleksi Kendaraan Suahasil Nazara Terungkap dari LHKPN
Selasa, 15 September 2026, 07.45 WITA

Operator Kapal Masih Ragu Angkut Mobil Listrik
Selasa, 15 September 2026, 07.45 WITA

Waspada Saat Kirim Foto ke AI, Ini Risikonya
Selasa, 15 September 2026, 07.44 WITA


