Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kurangi Gula Tambahan, Mulai Hari Ini untuk Kesehatan Lebih Baik

Batasi asupan gula tambahan maksimal 50 gram per hari agar terhindar dari risiko diabetes, gangguan pencernaan, dan penumpukan berat badan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 07.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Kurangi Gula Tambahan, Mulai Hari Ini untuk Kesehatan Lebih Baik📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Konsumsi gula tambahan yang berlebihan telah menjadi perhatian serius bagi kesehatan masyarakat, terutama di tengah maraknya makanan olahan yang kaya gula. Gula yang ditambahkan selama proses produksi tidak hanya ditemukan pada makanan manis, tetapi juga dalam produk kemasan seperti minuman, sereal, dan camilan siap saji. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menekankan pentingnya membatasi asupan harian gula tambahan hingga maksimal 50 gram atau setara empat sendok makan per orang.

Langkah konkret untuk menekan asupan gula dimulai dari membiasakan membaca label nutrisi pada kemasan makanan. Banyak produk menyembunyikan kandungan gula dengan istilah alternatif seperti fruktosa jagung, gula tebu, maltosa, dextrose, molase, atau karamel. Dengan membandingkan berbagai produk, konsumen dapat memilih opsi yang lebih rendah gula, sehingga lebih mendukung gaya hidup sehat.

Penggantian makanan ultraproses dengan pangan utuh menjadi strategi efektif. Alih-alih mengonsumsi sereal siap saji atau camilan kemasan, pilihlah buah segar, sayuran, biji-bijian utuh seperti beras merah atau roti gandum, serta kacang-kacangan. Makanan seperti ini tidak hanya lebih rendah gula, tetapi juga kaya serat dan nutrisi alami yang membantu menjaga kenyang lebih lama.

Bagi yang memiliki kecenderungan suka makanan manis, perlu dicari alternatif yang lebih sehat. Misalnya, mengganti es krim atau kue manis dengan potongan buah atau cokelat hitam (dark chocolate) yang kadar gula rendah. Sarapan pun perlu direvisi—ganti sereal berporsi tinggi gula dengan oatmeal, apel, pisang, atau roti gandum dengan selai kacang, yang memberi energi stabil tanpa lonjakan gula darah.

Saat muncul keinginan makan manis, jangan langsung menyerah. Tunda sejenak, evaluasi kebutuhan tubuh. Mungkin yang dibutuhkan bukan makanan manis, melainkan istirahat, minum air, atau makanan berat yang mengenyangkan. Dengan kesadaran dan kebiasaan baik, mengurangi gula tambahan bukan sekadar diet, tetapi bentuk perawatan terhadap kesehatan jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya