Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

5 Makanan Lokal dan Global untuk Kesehatan Usus

Lima makanan fermentasi alami kaya probiotik dapat mendukung pencernaan, imunitas, dan keseimbangan mikroba usus tanpa perlu suplemen.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 07.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
5 Makanan Lokal dan Global untuk Kesehatan Usus📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pencernaan yang sehat menjadi fondasi utama kesejahteraan tubuh, dan salah satu cara paling alami untuk menjaganya adalah melalui asupan makanan yang mengandung probiotik alami. Berbagai jenis makanan fermentasi telah terbukti efektif dalam menyeimbangkan flora usus, memperkuat sistem imun, serta membantu penyerapan nutrisi secara optimal. Kunci utamanya terletak pada proses fermentasi yang menghasilkan bakteri baik seperti Lactobacillus dan Bifidobacteria.

Yoghurt, salah satu sumber probiotik paling dikenal, dibuat dari susu yang difermentasi dengan bakteri asam laktat dan bifidobakteri. Konsumsi rutin yoghurt yang mengandung kultur hidup dapat menurunkan risiko penyakit metabolik seperti diabetes tipe 2, serta mendukung kesehatan tulang dan jantung. Pemilihan produk penting: pilih yoghurt tanpa tambahan gula dan dengan label "mengandung bakteri aktif".

Di Indonesia, tempe menjadi salah satu pangan lokal yang kaya akan manfaat probiotik. Dibuat dari kedelai yang difermentasi menggunakan ragi, proses ini tidak hanya meningkatkan nilai gizi, tetapi juga menurunkan kandungan asam fitat—senyawa yang menghambat penyerapan zat besi dan seng. Hasilnya, tempe menjadi sumber protein nabati yang lebih mudah diserap tubuh dibanding kedelai mentah.

Makanan tradisional lain seperti kimchi dari Korea dan acar dari berbagai budaya juga menjadi sumber probiotik alami. Kimchi, dibuat dari kubis napa atau lobak yang difermentasi dengan garam dan bakteri Lactobacillus, tidak hanya menyegarkan, tetapi juga kaya akan senyawa antiinflamasi. Sementara acar, hasil fermentasi sayuran seperti ketimun, wortel, atau lobak dalam larutan garam dan cuka, dapat dibuat sendiri di rumah dengan proses sederhana dan hasil yang cepat siap dikonsumsi.

Miso, bumbu khas Jepang yang dibuat dari kedelai, garam, dan jamur koji, juga menjadi salah satu makanan tinggi probiotik. Selain mendukung kesehatan pencernaan, miso kaya akan protein, serat, vitamin K, serta mineral seperti mangan dan tembaga. Dengan mengonsumsi makanan fermentasi secara rutin, tubuh dapat mempertahankan keseimbangan mikroba usus, sehingga mendukung kesehatan jangka panjang tanpa harus mengandalkan suplemen.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya