Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Diproyeksi Melemah, Tekanan Jaga Level 6.300

Indeks saham diprediksi bergerak lesu hari ini dengan potensi uji support 6.290 hingga 6.370 akibat koreksi berkelanjutan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 07.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
IHSG Diproyeksi Melemah, Tekanan Jaga Level 6.300📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami tekanan penurunan pada perdagangan Selasa (15/9), menyusul kegagalan bertahan di atas garis SMA-20 pada sesi sebelumnya. Para analis memperkirakan potensi koreksi lebih lanjut, dengan skenario terburuk menunjukkan kemungkinan IHSG kembali menguji area 6.290 hingga 6.370, sebagai bagian dari gelombang korektif dalam tren turun jangka pendek.

Berdasarkan analisis teknikal, rentang pergerakan IHSG hari ini diperkirakan berada di kisaran support 6.279 hingga 6.201, sementara resistance berada pada level 6.585 hingga 6.633. Kondisi ini menunjukkan ketegangan antara tekanan jual dan potensi rebound jika indeks mampu bertahan di atas level support utama.

Sejumlah analis menekankan pentingnya penutupan harian di atas area 6.290 dan garis SMA-60 sebagai sinyal awal pemulihan. Jika terjadi penurunan lanjutan, maka potensi uji support berikutnya di kisaran 6.179 tetap terbuka. Di sisi lain, peluang rebound masih terbuka selama indeks tidak menembus level support kritis tersebut.

Beberapa saham disebut memiliki potensi sebagai pilihan dalam kondisi pasar yang fluktuatif, meskipun rekomendasi tersebut tidak dimaksudkan sebagai ajakan investasi. Pergerakan pasar pada Senin (14/9) menunjukkan penutupan di level 6.534, turun 0,1 persen atau 6,68 poin dari penutupan sebelumnya. Transaksi harian mencapai Rp17,91 triliun dengan volume 34,9 miliar saham dan frekuensi perdagangan 2,11 juta kali.

Dari total saham yang diperdagangkan, 429 mengalami penurunan, 219 menguat, dan 141 stagnan. Data ini menunjukkan dominasi tekanan jual di pasar, yang memperkuat prospek koreksi berkelanjutan dalam jangka pendek.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya