Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

RI Dorong Penguatan Transaksi Lokal di BRICS

Indonesia mendorong penguatan penggunaan mata uang lokal dan konektivitas pembayaran lintas negara dalam forum BRICS di Mumbai, 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 22.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
RI Dorong Penguatan Transaksi Lokal di BRICS📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral BRICS yang berlangsung di Mumbai pada 9–10 September 2026 menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat sistem keuangan regional melalui penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan dan investasi. Indonesia, yang diwakili oleh Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dan Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, menekankan perlunya mengubah kesepakatan politik menjadi tindakan nyata yang berdampak langsung bagi negara anggota.

Dalam sesi pembahasan, Destry menyampaikan bahwa penguatan kerja sama keuangan BRICS menjadi langkah strategis menghadapi fragmentasi ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik. Ia menyoroti pentingnya membangun mekanisme konkret yang memperhatikan kondisi ekonomi masing-masing negara, termasuk tahapan pembangunan dan prioritas nasional. Tujuannya adalah menciptakan sistem keuangan yang lebih inklusif, mandiri, dan tahan terhadap gejolak eksternal.

Pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Indonesia, Mesir, Uni Emirat Arab, Ethiopia, dan Iran membahas sejumlah isu prioritas, antara lain transformasi digital, kecerdasan buatan, keuangan berkelanjutan, serta ketahanan siber. BRICS juga menekankan perlunya reformasi tata kelola lembaga keuangan global seperti IMF agar lebih merepresentasikan negara-negara berkembang.

Di sela forum, Destry melakukan pertemuan bilateral dengan Gubernur Reserve Bank of India (RBI) Sanjay Malhotra untuk mempercepat kerja sama dalam transaksi mata uang lokal, perjanjian swap mata uang bilateral, serta integrasi sistem pembayaran berbasis QR antar negara. Langkah ini menjadi bentuk implementasi nyata dari agenda BRICS, diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan meningkatkan efisiensi transaksi lintas batas.

Pertemuan ditutup dengan Pernyataan Bersama yang menegaskan komitmen kolektif untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan keuangan di tengah tantangan global yang kompleks. Bank Indonesia dan pemerintah menegaskan komitmen terus mendorong inisiatif internasional yang mendukung ketahanan ekonomi nasional serta posisi strategis Indonesia dalam arsitektur ekonomi global yang sedang berubah dinamis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya