Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Purbaya Ditelepon Mensesneg Saat Rapat di DPD Jelang Pelantikan Pengganti

Saat rapat di Komite IV DPD RI berlangsung, Purbaya Yudhi Sadewa mendapat telepon dari Mensesneg yang meminta penyerahan tugas sebelum pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menkeu baru.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 22.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Purbaya Ditelepon Mensesneg Saat Rapat di DPD Jelang Pelantikan Pengganti📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada Senin (14/9) sekitar pukul 15.30 WIB, rapat Komite IV DPD RI yang dipimpin Ahmad Nawardi sedang berlangsung di ruang rapat utama. Saat itu, mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah menyampaikan paparan mengenai realisasi anggaran negara, arus modal asing, serta kondisi pembayaran gaji PPPK. Rapat dihadiri juga perwakilan Bank Indonesia dan Bappenas, menunjukkan keterlibatan lembaga terkait dalam pembahasan kebijakan fiskal.

Tiba-tiba, Nawardi menghentikan paparan dengan menginformasikan kepada Purbaya bahwa ia diminta segera mengangkat telepon dari Menteri Sekretaris Negara. "Pak menteri, saya putus dulu, katanya ada telepon dari Mensesneg. Tolong dilihat dulu," ujar Nawardi. Purbaya terdiam sejenak, kemudian memutuskan meninggalkan ruangan tanpa banyak komentar, menyebabkan rapat dihentikan sementara.

Setelah beberapa menit, rapat dilanjutkan dengan presentasi dari Wakil Menteri PPN Febrian Alphyanto Ruddyard yang tampil melalui saluran YouTube resmi DPD RI. Sementara itu, Suahasil Nazara, yang baru dilantik sebagai Menteri Keuangan, mengungkapkan bahwa ia ditelepon pihak Istana pagi hari untuk mempersiapkan pelantikan sore itu. Ia menyebut bahwa arahan utama dari Presiden Prabowo Subianto adalah menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara.

Suahasil menegaskan bahwa APBN harus tetap sehat secara struktural dan kredibel secara operasional, agar mampu mendukung program prioritas pemerintah, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta menjamin stabilitas makroekonomi. Ia menekankan bahwa tugas berat yang diembannya adalah memastikan kebijakan fiskal tidak hanya efisien, tetapi juga berkelanjutan demi kepentingan jangka panjang bangsa.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya