Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kennedy Center Ancam Tutup, Pertimbangkan Nama Trump untuk Selamatkan Keuangan

Pusat seni terkemuka Amerika Serikat menghadapi kebangkrutan dan mempertimbangkan penambahan nama Donald Trump di fasad gedung sebagai upaya menarik dana penyelamatan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 07.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kennedy Center Ancam Tutup, Pertimbangkan Nama Trump untuk Selamatkan Keuangan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pusat Seni Pertunjukan John F. Kennedy (Kennedy Center) kini berada dalam kondisi kritis secara finansial, dengan ancaman penutupan permanen jika tidak segera ada intervensi. Laporan internal yang dikutip dari sumber terpercaya menyebutkan bahwa institusi yang berdiri sejak era Presiden Kennedy tersebut tidak mampu menyeimbangkan anggaran dalam beberapa minggu ke depan, bahkan dikhawatirkan tak mampu membayar gaji staf maupun biaya perawatan gedung.

Langkah ekstrem yang sedang dipertimbangkan adalah mengganti nama fasad gedung dengan nama mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Keputusan ini didorong oleh dewan pengawas yang saat ini dipimpin oleh tokoh yang diangkat langsung oleh Trump. Dalam dokumen darurat, mereka menyatakan bahwa pemberian nama presiden tersebut merupakan satu-satunya peluang untuk menarik dana dari pihak swasta dan masyarakat yang sensitif terhadap isu politik.

Namun, strategi ini justru memperparah situasi. Kebijakan penggantian nama telah memicu reaksi negatif dari publik dan kalangan seni, yang menilai tindakan tersebut sebagai komersialisasi institusi budaya dengan alasan politik. Hasilnya, penjualan tiket pertunjukan anjlok, dan upaya penggalangan dana terhambat, membuat kondisi keuangan semakin memburuk.

Trump sendiri dikabarkan bersedia memberikan dukungan finansial, tetapi dengan syarat pengakuan publik atas peran dan kontribusinya. Meskipun demikian, pihak pengelola Kennedy Center belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana ini. Sementara itu, pertemuan penting pada hari Selasa dijadwalkan sebagai momen krusial untuk menentukan nasib institusi yang selama ini menjadi simbol kebudayaan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Tonton Videonya

Berita Terkait

Berita Lainnya