Kennedy Center Ancam Tutup, Pertimbangkan Nama Trump untuk Selamatkan Keuangan
Pusat seni terkemuka Amerika Serikat menghadapi kebangkrutan dan mempertimbangkan penambahan nama Donald Trump di fasad gedung sebagai upaya menarik dana penyelamatan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 07.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pusat Seni Pertunjukan John F. Kennedy (Kennedy Center) kini berada dalam kondisi kritis secara finansial, dengan ancaman penutupan permanen jika tidak segera ada intervensi. Laporan internal yang dikutip dari sumber terpercaya menyebutkan bahwa institusi yang berdiri sejak era Presiden Kennedy tersebut tidak mampu menyeimbangkan anggaran dalam beberapa minggu ke depan, bahkan dikhawatirkan tak mampu membayar gaji staf maupun biaya perawatan gedung.
Langkah ekstrem yang sedang dipertimbangkan adalah mengganti nama fasad gedung dengan nama mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Keputusan ini didorong oleh dewan pengawas yang saat ini dipimpin oleh tokoh yang diangkat langsung oleh Trump. Dalam dokumen darurat, mereka menyatakan bahwa pemberian nama presiden tersebut merupakan satu-satunya peluang untuk menarik dana dari pihak swasta dan masyarakat yang sensitif terhadap isu politik.
Namun, strategi ini justru memperparah situasi. Kebijakan penggantian nama telah memicu reaksi negatif dari publik dan kalangan seni, yang menilai tindakan tersebut sebagai komersialisasi institusi budaya dengan alasan politik. Hasilnya, penjualan tiket pertunjukan anjlok, dan upaya penggalangan dana terhambat, membuat kondisi keuangan semakin memburuk.
Trump sendiri dikabarkan bersedia memberikan dukungan finansial, tetapi dengan syarat pengakuan publik atas peran dan kontribusinya. Meskipun demikian, pihak pengelola Kennedy Center belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana ini. Sementara itu, pertemuan penting pada hari Selasa dijadwalkan sebagai momen krusial untuk menentukan nasib institusi yang selama ini menjadi simbol kebudayaan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Tonton Videonya
Berita Terkait

Purbaya Nyetir Mercy Lawas Sebelum Digantikan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terlihat mengemudi Mercedes-Benz C200 tahun 2008 sehari sebelum resmi dicopot dari jabatannya oleh Presiden Prabowo Subianto.
15 September 2026

Koleksi Kendaraan Suahasil Nazara Terungkap dari LHKPN
Pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan disertai transparansi harta kekayaan melalui LHKPN yang mencatat empat mobil senilai Rp1,228 miliar.
15 September 2026

XLSmart Dorong Ekonomi Sirkular Lewat Inisiasi ByeByeBox
XLSmart bersama REMIND meluncurkan ByeByeBox sebagai solusi pengelolaan e-waste di kampus ITB, menawarkan insentif kuota bagi masyarakat yang menyerahkan perangkat elektronik bekas.
15 September 2026

Energi sebagai Fondasi Digitalisasi dan Layanan Publik
Ketersediaan listrik yang andal menjadi kunci keberlangsungan layanan digital dan publik di seluruh wilayah Indonesia, seiring lonjakan penggunaan internet dan pengembangan pusat data.
15 September 2026
Berita Lainnya

Canggu yang Berubah, Tetap Menyimpan Kesunyian
Selasa, 15 September 2026, 07.48 WITA

5 Makanan Lokal dan Global untuk Kesehatan Usus
Selasa, 15 September 2026, 07.47 WITA

Kurangi Gula Tambahan, Mulai Hari Ini untuk Kesehatan Lebih Baik
Selasa, 15 September 2026, 07.47 WITA

Pemprov Sulsel Tegaskan Batas Isi BBM saat Indikator 1 Bar
Selasa, 15 September 2026, 07.45 WITA

Operator Kapal Masih Ragu Angkut Mobil Listrik
Selasa, 15 September 2026, 07.45 WITA

Waspada Saat Kirim Foto ke AI, Ini Risikonya
Selasa, 15 September 2026, 07.44 WITA

Mengenal Tanda dan Cara Verifikasi Konten AI Secara Akurat
Selasa, 15 September 2026, 07.44 WITA

iPhone Duo Siap Masuki Pasar Indonesia dengan Harga Fantastis
Selasa, 15 September 2026, 07.39 WITA



