Larangan Jilbab untuk Anak Perempuan di Austria Picu Protes Massal
Ratusan siswa dan orang tua di Austria melakukan protes terhadap aturan baru yang melarang penggunaan jilbab bagi perempuan di bawah 14 tahun sejak September, menilai kebijakan itu melanggar hak kebebasan beragama dan menimbulkan ketakutan serta kesedihan pada anak-anak.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 21.22 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 64x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kebijakan baru pemerintah Austria yang melarang penggunaan jilbab bagi anak perempuan di bawah usia 14 tahun memicu gelombang protes di berbagai wilayah, terutama di sekolah dan jalanan. Sejak 1 September, aturan tersebut mulai diberlakukan menyusul dimulainya tahun ajaran baru, menimbulkan ketegangan sosial di kalangan keluarga Muslim. Ratusan siswa turun ke jalan dan menolak mematuhi larangan, sementara orang tua menyatakan kekecewaan atas kebijakan yang mereka anggap diskriminatif dan tidak adil terhadap anak-anak dari latar belakang agama Islam.
Pemerintah, yang dipimpin oleh koalisi konservatif, menegaskan bahwa larangan tersebut bertujuan melindungi anak perempuan dari segregasi dan tekanan sosial, serta mendorong kesetaraan gender dalam lingkungan pendidikan. Namun, kebijakan ini mendapat kritik tajam dari berbagai kelompok hak asasi, yang menilai bahwa aturan tersebut secara tidak proporsional menyasar komunitas Muslim dan melanggar prinsip netralitas agama. Sebelumnya, larangan serupa pada 2019 dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi karena dianggap tidak sesuai dengan konstitusi.
Sejak berlakunya aturan baru, otoritas pendidikan telah menggelar 127 pertemuan dengan orang tua dan melaporkan 52 kasus dugaan pelanggaran. Di Wina, seorang ibu bernama Zehra, 37 tahun, mengungkapkan rasa sedih dan marah atas larangan yang menimpa kedua putrinya, yang berusia sembilan dan 13 tahun. Ia menekankan bahwa pendidikan yang diberikan kepada anak-anak menekankan kebebasan memilih identitas, namun kebijakan ini justru membatasi hak tersebut.
Seham, seorang siswa berusia 12 tahun, mengungkapkan perasaan takut saat harus melepas jilbab di sekolah. Ia menyatakan bahwa jilbab telah menjadi bagian dari identitas pribadinya selama dua tahun terakhir. Meskipun sekolah memberi kelonggaran menggunakan penutup kepala alternatif yang tidak berasal dari tradisi keagamaan, ia tetap lebih memilih mengenakan jilbab secara utuh. Data pemerintah menunjukkan bahwa sekitar delapan persen dari sembilan juta penduduk Austria beragama Islam, sementara laporan FRA tahun 2024 mencatat tingkat diskriminasi anti-Muslim tertinggi di Uni Eropa, yang meningkat sejak kemenangan Partai Kebebasan Austria dalam pemilu 2024.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Gubernur Kalteng lakukan penanaman pohon di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan dan ajakan bersama jaga kelestarian alam.
24 Oktober 2026

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman meninjau program BSPS di Cengkareng untuk memastikan bantuan bedah rumah sampai tepat sasaran kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
24 Oktober 2026

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

