LCGC Mulai Tergerus, Industri Tawarkan Solusi Hybrid
Penjualan mobil murah ramah lingkungan menurun seiring dominasi mobil listrik, namun industri berharap pasar tetap tumbuh dengan alternatif hybrid yang terjangkau.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perkembangan teknologi kendaraan listrik mulai mengubah dinamika pasar otomotif Indonesia, khususnya segmen Low Cost Green Car (LCGC) yang sempat menjadi andalan bagi konsumen mobil pertama. Meski program ini pernah mencapai puncak keberhasilan dengan pangsa pasar hingga 24% pada masa puncaknya sekitar 2012–2014, kini tren konsumen berpindah ke solusi mobilitas berbasis listrik. Kondisi ini menimbulkan tantangan baru bagi industri untuk menjaga daya tarik mobil murah tanpa mengorbankan keterjangkauan.
Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menegaskan bahwa masa transisi ini memerlukan adaptasi teknologi. Ia menyarankan agar mobil murah tidak harus terus mengandalkan mesin pembakaran internal (ICE), melainkan dapat beralih ke teknologi hybrid atau plug-in hybrid. Dengan demikian, kebutuhan akan kendaraan terjangkau tetap terpenuhi, namun dengan efisiensi energi dan emisi yang lebih rendah.
Data perkembangan penjualan hingga September 2026 menunjukkan tren positif, meski terjadi penurunan di segmen LCGC. Penjualan ritel naik 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara penjualan grosir melonjak 21%. Angka ini menjadi dasar optimisme industri, meskipun belum menetapkan proyeksi resmi untuk tahun depan. Gaikindo tetap mempertahankan target penjualan mobil nasional sebesar 850.000 unit di 2026, dengan kemungkinan pencapaian lebih tinggi jika tren tetap berlanjut.
Kendati demikian, perubahan perilaku konsumen menjadi faktor penentu. Peningkatan minat terhadap kendaraan listrik bukan sekadar tren, melainkan refleksi dari pergeseran nilai dalam masyarakat terhadap mobilitas berkelanjutan. Oleh karena itu, industri menekankan pentingnya inovasi yang seimbang antara harga, teknologi, dan keberlanjutan. Tujuannya tetap sama: memastikan akses mobil tetap terbuka bagi masyarakat menengah tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Acara puncak Honda Bikers Day 2026 digelar di Ambarawa dengan tema Legacy of Spirit, menegaskan komitmen mempererat persaudaraan dan berdampak positif pada ekonomi lokal.
24 Oktober 2026

Honda ADV160 Uji Ketangguhan di Jalur Menantang
Dua puluh jurnalis menguji performa New Honda ADV160 dalam perjalanan 151 kilometer dari Semarang ke Ambarawa melalui berbagai kondisi jalan.
24 Oktober 2026

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid di Indonesia
Toyota Veloz Hybrid menduduki posisi teratas penjualan hybrid nasional pada September 2026, mengungguli Innova Zenix Hybrid dengan selisih 182 unit berdasarkan data wholesales Gaikindo.
24 Oktober 2026

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
BYD Atto 1 memimpin penjualan mobil listrik di Indonesia dengan distribusi 4.840 unit sepanjang September 2026, unggul jauh dari pesaing lainnya.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

