Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Low Tuck Kwong Pimpin Daftar Kekayaan Indonesia di Forbes 2026

Low Tuck Kwong menduduki posisi teratas sebagai pengusaha terkaya asal Indonesia menurut Forbes Agustus 2026, dengan kekayaan mencapai US$19,3 miliar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 10.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Low Tuck Kwong Pimpin Daftar Kekayaan Indonesia di Forbes 2026📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Low Tuck Kwong kembali menegaskan dominasinya sebagai tokoh bisnis paling kaya di Indonesia, menempati peringkat 142 dunia dalam daftar Forbes per Agustus 2026. Kekayaan pribadinya tercatat sebesar US$19,3 miliar, didorong oleh dominasi bisnis batu bara yang menjadi fondasi kekayaannya. Meski mengalami penurunan nilai sebesar US$588,1 juta atau 2,96% dibanding periode sebelumnya, posisinya tetap tak tergoyahkan di puncak daftar pengusaha Indonesia.

Di bawahnya, Prajogo Pangestu menempati urutan kedua dengan kekayaan US$16,8 miliar, menempatkannya di peringkat 175 dunia. Kekayaan yang diperoleh berasal dari portofolio bisnis petrokimia dan energi yang telah lama menjadi tulang punggung industri nasional. Sementara itu, R. Budi Hartono mengisi posisi ketiga dengan nilai kekayaan US$16,4 miliar, berasal dari sektor perbankan dan tembakau yang memiliki keberlanjutan tinggi di pasar domestik.

Anthoni Salim menempati peringkat 316 dunia dengan kekayaan US$11,1 miliar, mencatat kenaikan kecil sebesar US$44,2 juta atau 0,40%. Diversifikasi bisnis menjadi kunci keberhasilannya, yang mencakup sektor konsumer, perkebunan, dan properti. Tahir & family berada di peringkat 368 dunia dengan total aset US$9,7 miliar, didukung oleh investasi lintas sektor yang mencakup perkebunan, keuangan, dan teknologi.

Sri Prakash Lohia muncul sebagai salah satu tokoh penting di peringkat 446 dunia dengan kekayaan US$8,6 miliar, berkat bisnis petrokimia yang terus berkembang. Dua nama baru muncul dari sektor teknologi: Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman, masing-masing berada di peringkat 462 dan 705 dunia, dengan kekayaan US$8,3 miliar dan US$5,9 miliar, keduanya berasal dari investasi di pusat data.

Di urutan terakhir, Lim Hariyanto Wijaya Sarwono menempati posisi 845 dunia dengan kekayaan US$5 miliar, didukung oleh bisnis kelapa sawit dan pertambangan nikel. Theodore Rachmat menutup daftar di peringkat 900 dunia dengan kekayaan US$4,8 miliar, berasal dari portofolio bisnis yang tersebar di berbagai sektor. Seluruh nama ini mencerminkan keragaman dan ketahanan ekonomi sektor swasta Indonesia di kancah global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya