Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Manchester City Hadapi Ancaman Degradasi Akibat Sanksi Finansial

Manchester City menghadapi risiko degradasi ke Championship jika sanksi dari banding pelanggaran keuangan tidak membalik putusan awal, dengan pengurangan poin sebagai ancaman utama.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 15x dibuka
Manchester City Hadapi Ancaman Degradasi Akibat Sanksi Finansial📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Manchester City kini berada di ambang keputusan krusial yang dapat mengubah nasib klub selama beberapa musim ke depan. Jika banding mereka terhadap dugaan pelanggaran aturan keuangan Premier League tidak berhasil mengubah keputusan awal, klub berjuluk The Citizens berpotensi menerima hukuman berat, termasuk pengurangan poin dalam jumlah signifikan. Ancaman ini menimbulkan kekhawatiran serius, karena dampaknya bisa memaksa klub turun kasta ke Championship—divisi kedua sepak bola Inggris—dan terjebak di sana selama beberapa musim.

Kasus yang sedang diproses berasal dari periode 2009 hingga 2018, ketika klub diduga melanggar aturan finansial Liga Inggris. Sejak 2023, Manchester City telah menjalani proses hukum panjang dengan otoritas kompetisi, termasuk sidang banding yang kini menjadi penentu. Menurut laporan terbaru, proses banding harus selesai sebelum 25 Desember 2026, sementara keputusan final dari komisi diperkirakan dirilis pada pertengahan Januari 2027. Namun, hingga saat ini, semua sanksi yang dibahas masih bersifat laporan, belum menjadi keputusan resmi.

Opsi hukuman yang dibahas mencakup pengurangan poin, larangan transfer, hingga pemecatan dari Premier League. Meski pemecatan langsung ke League Two dianggap sangat kecil kemungkinannya karena dampak besar terhadap struktur liga, pengurangan poin besar tetap menjadi skenario yang paling mungkin terjadi. Laporan menyebut bahwa jumlah poin yang dikurangi bisa memastikan Manchester City terdegradasi, bahkan bisa mempertahankan posisi mereka di Championship hingga satu musim tambahan.

EFL—organisasi yang mengelola Championship dan divisi lebih rendah—tidak otomatis harus menerima klub yang dihukum dengan skema semacam ini. Keputusan akhir tentang penempatan klub tetap bergantung pada kebijakan dan pertimbangan administratif dari federasi sepak bola Inggris. Namun, dengan potensi hukuman yang berdampak signifikan, Manchester City kini berada di ujung tanduk—di mana hasil banding tidak hanya menentukan keberlangsungan di divisi teratas, tetapi juga masa depan kompetitif dan finansial klub.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya