Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mayoritas Pilih Kopi Manis di Hari Kopi Global

Survei terhadap 3.745 responden menunjukkan 57 persen lebih menyukai kopi dengan tambahan gula, susu, atau sirup dibanding kopi hitam murni.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 15.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Mayoritas Pilih Kopi Manis di Hari Kopi Global📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perayaan Hari Kopi Internasional kali ini mengungkap preferensi konsumen kopi di Indonesia, yang cenderung lebih memilih varian manis dibanding kopi pahit. Dari total 3.745 orang yang ikut serta dalam survei, sebanyak 57 persen menyatakan lebih suka minuman kopi yang diperkaya gula, susu, atau sirup, sementara 43 persen memilih kopi hitam tanpa tambahan. Pilihan ini menunjukkan dominasi rasa manis dalam budaya minum kopi modern, terutama di kalangan penggemar kedai kopi urban.

Kopi manis, yang biasa disajikan dalam bentuk latte, cappuccino, atau kopi susu dengan tambahan kental manis, dinilai lebih ramah bagi pencernaan sensitif karena susu dapat menetralkan tingkat keasaman kopi. Selain itu, kandungan protein, kalsium, dan lemak dari susu memberikan asupan nutrisi tambahan serta rasa kenyang lebih lama. Namun, konsumsi berlebihan berisiko menimbulkan masalah kesehatan seperti peningkatan kadar gula darah dan obesitas, terutama jika disertai gula tambahan atau sirup berkalori tinggi.

Di sisi lain, kopi pahit yang disajikan dalam bentuk espresso, americano, tubruk, atau saring, dianggap lebih sehat secara umum karena rendah kalori dan bebas gula. Minuman ini diklaim mampu meningkatkan fokus, menekan risiko diabetes tipe 2 melalui kandungan antioksidan alami, serta membantu menjaga kesehatan otak dan fungsi kognitif. Namun, konsumsi berlebihan dapat memicu gangguan seperti insomnia, peningkatan tekanan darah, kecemasan, dan gangguan pencernaan pada individu dengan lambung sensitif.

Kedua jenis kopi, baik manis maupun pahit, memiliki manfaat dan risiko yang harus dipertimbangkan sesuai kebutuhan dan kondisi tubuh. Kunci utamanya adalah konsumsi dalam batas wajar, tanpa mengabaikan keseimbangan nutrisi dan kesehatan jangka panjang. Pilihan minum kopi sejatinya adalah pilihan personal yang harus disesuaikan dengan gaya hidup dan kondisi kesehatan individu.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya