Mengelola Emosi Anak Sejak Usia Dini, Ini Langkah Nyata yang Bisa Dilakukan Orang Tua
Orang tua perlu menjadi panutan dalam mengelola emosi agar anak belajar mengungkapkan perasaan secara sehat sejak dini.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 22.15 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pengelolaan emosi pada anak tidak muncul secara otomatis, melainkan merupakan keterampilan yang harus dibina secara bertahap sejak usia dini. Otak anak pada masa kanak-kanak masih dalam proses perkembangan, terutama bagian yang mengatur emosi, pengambilan keputusan, dan kontrol diri. Karena itu, mereka sering kali mengalami kesulitan dalam menangani perasaan seperti marah, sedih, atau frustrasi, yang bisa berujung pada tangisan, teriakan, atau amarah tak terkendali.
Peran orang tua sangat krusial dalam membimbing anak mengenali emosinya. Salah satu pendekatan efektif adalah dengan menjadi contoh langsung. Ketika orang tua merasa kesal, mereka bisa menyampaikannya dengan tenang, misalnya dengan berkata, "Ibu sedang marah, tapi ibu akan tenang dulu sebelum bicara." Dengan cara ini, anak belajar bahwa emosi adalah hal wajar, namun harus diungkapkan dengan cara yang tepat dan terkendali.
Menghindari hukuman fisik atau verbal yang keras juga penting. Pendekatan yang menakutkan justru dapat memperkuat perilaku agresif pada anak dan menghambat kemampuan mereka untuk memahami konsekuensi dari tindakan. Sebaliknya, orang tua sebaiknya menjelaskan kesalahan secara jelas, mengarahkan ke solusi, dan menawarkan ruang untuk perbaikan. Pendekatan ini membentuk lingkungan yang aman dan mendukung emosional.
Penting pula untuk mengapresiasi setiap usaha anak dalam mengekspresikan perasaan secara positif. Ketika anak mampu mengatakan "Aku marah" daripada memukul atau menangis keras, respons positif seperti pujian sederhana atau pengakuan atas usahanya akan memperkuat perilaku yang diharapkan. Selain itu, melibatkan seluruh anggota keluarga dalam pendekatan yang konsisten memastikan anak tidak bingung dan merasa didukung dalam setiap situasi emosional.
Aktivitas seperti bermain peran juga bisa menjadi alat efektif. Dengan berpura-pura menjadi karakter dalam situasi berbeda — seperti kehilangan mainan atau tidak bisa ikut bermain — anak belajar mengenali emosi dan mencoba respons yang lebih sehat. Di tengah proses ini, kehadiran orang tua yang tetap tenang menjadi penopang utama, menunjukkan bahwa emosi bisa dikelola tanpa kehilangan kendali.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lula dan Bolsonaro Tutup Kampanye di Pantai Rio
Dua tokoh politik utama Brasil, Lula dan Flavio Bolsonaro, menutup kampanye pemilu dengan massa besar di kawasan pantai Rio de Janeiro, menyusul debat terakhir yang memperuncing persaingan.
25 Oktober 2026

Singapura Bantah Kunjungan Dino Patti Djalal dan Saiful Mujani ke Kedubes
Kedubes Singapura di Jakarta membantah tudingan adanya kunjungan Dino Patti Djalal dan Saiful Mujani ke kediaman duta besar pada 18 Oktober 2026, sekaligus menegaskan informasi tersebut sebagai disinformasi.
25 Oktober 2026

Seruni dan Dekranas Dorong Pelestarian Tenun Gringsing di Bali
Kunjungan Seruni dan Dekranas ke Desa Tenganan Pegringsingan didukung dengan bantuan 500 kacamata bagi lansia penenun, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan kesejahteraan masyarakat adat.
25 Oktober 2026

Integrasi Raker Tiga Lembaga Dorong Efisiensi dan Sinergi Program
Tri Tito Karnavian memperkenalkan integrasi rapat kerja tiga lembaga pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan efisiensi anggaran tanpa mengurangi substansi program.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

