Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Lula dan Bolsonaro Tutup Kampanye di Pantai Rio

Dua tokoh politik utama Brasil, Lula dan Flavio Bolsonaro, menutup kampanye pemilu dengan massa besar di kawasan pantai Rio de Janeiro, menyusul debat terakhir yang memperuncing persaingan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 21.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Lula dan Bolsonaro Tutup Kampanye di Pantai Rio📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Kampanye pemilu Brasil yang berlangsung penuh ketegangan resmi berakhir pada Sabtu, dengan dua kandidat utama—presiden petahana Luiz Inácio Lula da Silva dan senator sayap kanan Flavio Bolsonaro—menggelar aksi penutupan di lokasi strategis, kawasan pantai Rio de Janeiro. Kegiatan ini menjadi momen terakhir keduanya menarik dukungan publik sebelum pemungutan suara putaran kedua. Pertarungan politik yang panjang dan intens menunjukkan pergeseran dinamika, meski pada putaran pertama, Flavio Bolsonaro unggul dengan 47% suara, sedangkan Lula meraih 45%.

Lula, yang awalnya memulai karier sebagai aktivis serikat buruh dan menjadi presiden pertama dari latar belakang pekerja di Brasil, kembali menjadi tokoh sentral dalam arena politik nasional. Ia sempat dihukum penjara atas dakwaan korupsi yang kemudian dibatalkan, sebelum kembali memimpin negara pada 2022. Pada masa kepemimpinannya yang pertama dan kedua, Lula dikenal atas keberhasilan ekonomi yang pesat, didukung oleh kenaikan harga komoditas global serta program sosial seperti bantuan tunai langsung yang signifikan dalam menekan angka kemiskinan.

Namun, popularitasnya sempat merosot, mencapai level kepuasan publik hanya 24% pada masa jabatan terakhirnya, seiring dengan kekhawatiran terhadap inflasi dan kejahatan. Meski demikian, dalam tiga minggu terakhir kampanye, Lula mampu menguatkan basis dukungan, khususnya di kalangan masyarakat menengah dan bawah. Ia kembali digambarkan sebagai simbol perlawanan terhadap ketimpangan dan kebijakan ekonomi yang dianggap merugikan rakyat kecil.

Di sisi lain, Flavio Bolsonaro, putra mantan presiden Jair Bolsonaro, mencoba melanjutkan jejak politik keluarganya dengan mengusung narasi keamanan, stabilitas, dan reformasi struktural. Ia memulai karier politik pada usia 21 tahun sebagai anggota legislatif negara bagian Rio, menjadi tokoh muda yang mewakili generasi baru di kancah politik Brasil. Dengan latar belakang sebagai mantan pengacara, ia menekankan keberpihakan terhadap hukum dan ketertiban, serta keberhasilan kebijakan yang dianggap efisien selama masa pemerintahan ayahnya.

Kedua tokoh ini kini memasuki fase terakhir kampanye dengan perhitungan yang ketat, sementara masyarakat menantikan hasil pemilu yang akan menentukan arah kebijakan ekonomi, sosial, dan internasional Brasil dalam lima tahun ke depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya