Menjaga Laut sebagai Dapur Bangsa Melalui Kolaborasi Hingga Hulu Sungai
Program Sungai Lestari diluncurkan untuk mencegah sampah dari sumbernya dan melindungi ekosistem pesisir sebagai fondasi ketahanan pangan nasional.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 15.43 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 137x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah bersama mitra strategis meluncurkan Program Sungai Lestari sebagai langkah sistemik dalam menjaga kualitas lingkungan pesisir dan mendukung ketahanan pangan nasional. Aksi ini dilakukan di Bali sebagai bagian dari upaya menyelaraskan pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, khususnya dengan menekan aliran sampah plastik yang berpotensi mencemari laut. Menteri Koordinator Bidang Pangan menegaskan bahwa ekosistem mangrove bukan sekadar penopang ekologi, melainkan penopang ekonomi, keanekaragaman hayati, dan penyerap karbon yang krusial bagi mitigasi iklim.
Pendekatan berbasis hulu menjadi kunci utama dalam program ini, di mana pencegahan pencemaran dimulai dari sumber, bukan hanya sekadar membersihkan pantai. Program yang dilaksanakan di lima wilayah kabupaten/kota ini menggabungkan upaya pengelolaan sampah dengan edukasi masyarakat, perubahan perilaku, dan pembangunan infrastruktur seperti Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Keterlibatan berbagai pihak—pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan komunitas—ditegaskan sebagai syarat utama keberlanjutan.
Pemerintah menilai laut sebagai lumbung pangan masa depan, terutama dengan potensi besar Indonesia sebagai produsen rumput laut terbesar dunia. Upaya hilirisasi, seperti pengolahan rumput laut menjadi pupuk organik, pangan superfood, bioetanol, dan biodiesel, diharapkan meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan nelayan. Selain itu, keberadaan 3,46 juta hektare mangrove dan 660 ribu hektare padang lamun menunjukkan potensi karbon biru yang besar, yang harus dilestarikan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan ketersediaan pangan generasi mendatang.
Dalam kerangka tersebut, pemerintah juga memperkuat ekonomi biru melalui program Kampung Nelayan Merah Putih, yang ditargetkan mencapai 1.269 kampung pada 2026 dan 5.000 kampung pada 2029. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan menjadi pusat perekonomian berkelanjutan dari hulu hingga hilir. Penelitian dan inovasi kelautan, terutama melalui kolaborasi dengan akademisi seperti Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia, juga menjadi fokus untuk mengubah temuan ilmiah menjadi solusi praktis yang dapat diadopsi masyarakat.
Melalui sinergi antara kebijakan, teknologi, dan partisipasi masyarakat, program ini bertujuan menciptakan Bali yang lebih bersih dan asri sebagai contoh pengelolaan lingkungan terintegrasi. Dengan memperkuat ekosistem laut dan memastikan kelangsungan sumber daya pangan, upaya ini menegaskan bahwa masa depan ketahanan pangan Indonesia bukan hanya tergantung pada sawah, tetapi juga pada kesehatan laut yang harus dijaga sejak hulu sungai hingga ke bibir pantai.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Gubernur Kalteng lakukan penanaman pohon di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan dan ajakan bersama jaga kelestarian alam.
24 Oktober 2026

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman meninjau program BSPS di Cengkareng untuk memastikan bantuan bedah rumah sampai tepat sasaran kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
24 Oktober 2026

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

