Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Menteri Agama Malaysia Serukan Salat Hajat Hadapi Kabut Asap

Menteri Agama Malaysia meminta seluruh masjid dan surau melaksanakan salat hajat secara serentak akibat kabut asap dari karhutla Indonesia yang memburuk dan mengganggu aktivitas publik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 15.23 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 31x dibuka
Menteri Agama Malaysia Serukan Salat Hajat Hadapi Kabut Asap📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kondisi kabut asap yang melanda berbagai wilayah di Malaysia, termasuk ibu kota Kuala Lumpur, memicu langkah antisipatif dari pemerintah. Menteri Urusan Agama Malaysia, Zulkifli Hasan, mengajak umat Islam secara nasional melaksanakan salat hajat sebagai bentuk doa bersama untuk meminta turunnya hujan yang dapat mengurai kabut dan mengurangi dampak kesehatan. Imbauan ini disampaikan melalui media sosial, menekankan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi bencana lingkungan yang terus memburuk.

Kualitas udara di sejumlah kota Malaysia telah mencapai level berbahaya, menyebabkan ratusan sekolah menutup sementara kegiatan belajar mengajar. Kondisi ini diperparah oleh kebakaran hutan dan lahan di Indonesia yang belum mereda, terutama di wilayah pedalaman yang sulit diakses. Akibat jarak pandang yang sangat terbatas, operasi pemadaman dari udara terhambat, dengan sekitar tiga hingga empat pesawat terbang dan 34 helikopter yang tidak dapat beroperasi karena alasan keselamatan.

Pemerintah Malaysia menilai bahwa isu kabut asap akibat karhutla belum termasuk dalam kerangka mekanisme bantuan bencana alam yang telah ada di bawah ASEAN. Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, menyatakan bahwa perlu pendekatan khusus dan koordinasi tingkat regional, mengingat dampak lintas batas yang signifikan. Ia juga mengonfirmasi telah berkoordinasi dengan Menteri Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Nasir, terkait kendala operasional pemadaman akibat kondisi cuaca buruk.

Meski demikian, Indonesia telah mengerahkan sekitar 60 ribu personel untuk penanganan di lapangan, menunjukkan upaya serius dalam mengatasi kebakaran yang terjadi di lahan gambut dengan akses terbatas dan pasokan air yang minim. Menteri Malaysia menegaskan bahwa isu ini akan dibahas dalam pertemuan menteri luar negeri ASEAN di Filipina pada bulan November mendatang, sebagai langkah strategis untuk mencari solusi kolektif terhadap krisis lingkungan lintas negara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya