Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Minum Es Saat Flu: Bolehkah? Ini Penjelasan Medis

Konsumsi minuman dingin seperti es batu atau es loli tetap aman saat flu selama tubuh menerima cairan cukup dan tidak menimbulkan ketidaknyamanan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 15.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
Minum Es Saat Flu: Bolehkah? Ini Penjelasan Medis📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Saat mengalami flu, banyak orang memilih menghindari minuman dingin karena kekhawatiran akan memperparah gejala. Namun, secara medis, tidak ada larangan khusus terhadap konsumsi es atau minuman dingin selama masa sakit. Yang lebih penting adalah memastikan asupan cairan harian tetap terpenuhi, minimal delapan gelas per hari, meskipun rasa haus tidak terasa begitu kuat.

Peningkatan cairan membantu melancarkan proses pemulihan dengan mencegah lendir menjadi kental dan sulit dikeluarkan dari saluran napas. Kekurangan cairan justru dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti pneumonia. Tanda-tanda dehidrasi yang perlu diwaspadai antara lain mulut kering, urine berwarna gelap, jarang buang air kecil, serta rasa lelah dan detak jantung yang meningkat. Sebaliknya, urine kuning muda dan buang air kecil setiap 3–4 jam menunjukkan asupan cairan sudah memadai.

Banyak pilihan cairan yang bisa dikonsumsi saat flu, termasuk air putih, susu, teh atau teh herbal, kopi, jus buah, sup, serta es loli atau es balok. Bagi yang kesulitan minum dalam jumlah besar sekaligus, mengisap es batu secara perlahan bisa menjadi alternatif efektif untuk memenuhi kebutuhan cairan. Menyediakan botol minum di dekat tempat tidur dan minum sedikit demi sedikit setiap beberapa menit juga disarankan untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Jika disertai muntah atau diare, penggantian cairan dan elektrolit melalui larutan oralit direkomendasikan. Es atau minuman dingin tetap bisa dikonsumsi selama tidak menimbulkan iritasi tenggorokan atau nyeri perut. Kunci utamanya adalah memperhatikan respons tubuh dan memilih minuman yang mudah diterima.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya