MKTR Pertahankan Operasional Meski Karhutla Ancam Kalteng
PT Menthobi Karyatama Raya tetap menjalankan operasional perkebunan sawit di Lamandau, Kalteng, meski wilayah tersebut menjadi episentrum kebakaran lahan terparah di Indonesia.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 09.02 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 34x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Operasional perkebunan kelapa sawit yang dikelola PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR) di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, tetap berjalan normal meskipun sejumlah wilayah di provinsi tersebut dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Perusahaan menegaskan bahwa aktivitas produksi, termasuk pengolahan tandan buah segar (TBS), tidak mengalami gangguan signifikan hingga saat ini. Seluruh kegiatan operasional tetap berjalan sesuai rencana, tanpa adanya penutupan paksa atau pemadaman tak terencana akibat kondisi kebakaran.
Manajemen MKTR menegaskan bahwa target produksi tahun 2026 tetap utuh, tanpa perubahan karena dampak karhutla. Perusahaan juga menyatakan belum mengidentifikasi adanya pengaruh material terhadap kinerja keuangan, termasuk pendapatan, laba bersih, dan nilai aset. Tidak ada proses hukum, sanksi administratif, atau pencabutan izin yang sedang berlangsung terkait kebakaran, baik dari instansi pemerintah maupun lembaga pengawas.
Sebagai respons preventif, MKTR telah membentuk tim khusus penanggulangan karhutla bersinergi dengan pemerintah daerah. Langkah konkret yang dilakukan mencakup pembuatan sekat bakar menggunakan alat berat, pemanfaatan personel dan peralatan pemadam, serta kerja sama intensif dengan BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat setempat. Untuk mempercepat respons, perusahaan juga memanfaatkan saluran pelaporan cepat melalui call center dan grup WhatsApp, serta melakukan patroli rutin mendeteksi titik panas.
Dalam konteks lebih luas, Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan luas lahan terbakar terbesar di Indonesia, mencatat 513,89 hektare di lahan mineral dan 10,89 hektare di lahan gambut di Taman Nasional Tanjung Puting. Kondisi asap yang tebal membatasi operasional helikopter water bombing hampir sepekan. Meski demikian, pemerintah menyatakan mampu menangani kebakaran melalui pendekatan darat, dengan pengerahan lebih dari 60 ribu personel gabungan dan tingkat keberhasilan pemadaman di area baru terbakar mencapai lebih dari 80% harian.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dorong transformasi madrasah menuju lingkungan belajar inklusif, aman secara digital, dan berkeadilan melalui kolaborasi semua pihak.
24 Oktober 2026
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Kontingen Sulawesi Utara keluar sebagai juara umum Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Seri 2 tahun 2026, mengamankan Piala Presiden dalam perhelatan nasional.
24 Oktober 2026

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Studi menunjukkan bahwa kebahagiaan dapat dibangun melalui gaya hidup sehat, interaksi sosial, dan tujuan jangka panjang.
24 Oktober 2026

Pupuk Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Lewat Irigasi Berkelanjutan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan sistem irigasi di lima daerah, termasuk Gunungkidul, untuk tingkatkan produktivitas pertanian di lahan tadah hujan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.10 WITA

