Rabu, 30 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

MPR: KNMP Natuna Wujud Nyata Kehadiran Negara di Perbatasan

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Natuna menjadi bukti konkret upaya negara meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan melalui fasilitas penunjang aktivitas perikanan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 23.00 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
MPR: KNMP Natuna Wujud Nyata Kehadiran Negara di Perbatasan📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kecamatan Bunguran Selatan, Kabupaten Natuna, merupakan bentuk nyata dari kehadiran negara di wilayah perbatasan. Kunjungan kerja ke lokasi tersebut dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Natuna, dengan fokus pada evaluasi progres dan dampak sosial ekonomi dari infrastruktur yang dibangun.

Di area KNMP, sejumlah fasilitas strategis telah tersedia, termasuk dermaga perbaikan kapal, pabrik es, tempat lelang ikan, serta ruang pertemuan komunitas nelayan. Fasilitas ini dirancang untuk mempercepat proses pasca panen, menjaga kualitas hasil tangkapan, dan mempermudah akses pasar bagi nelayan lokal. Muzani menekankan bahwa keberadaan bangunan fisik ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menopang kehidupan ekonomi masyarakat pesisir.

Dengan adanya infrastruktur yang lengkap, nelayan tidak lagi menghadapi tantangan logistik seperti penyimpanan ikan atau perbaikan alat tangkap yang terbatas. Ketersediaan pabrik es, misalnya, mampu menjaga kesegaran hasil tangkapan hingga ke pasar, sementara tempat lelang mempercepat proses jual beli tanpa perlu menunggu hingga ke kota. Hal ini diharapkan menekan biaya operasional dan meningkatkan pendapatan secara langsung.

Muzani menegaskan bahwa keberhasilan program ini menjadi acuan penting bagi pemerintah pusat untuk memperluas skema serupa di wilayah perbatasan lainnya. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan dukungan anggaran dan kebijakan yang mendukung kemandirian ekonomi nelayan. Tujuannya adalah menciptakan kesejahteraan yang merata, sehingga masyarakat perbatasan tidak hanya menjadi saksi, tetapi juga pelaku utama dalam pembangunan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya