Bappenas Dorong Ekosistem Pariwisata Nasional untuk Dampak Ekonomi
Bappenas menegaskan komitmen penuh mendukung pembentukan ekosistem pariwisata yang terintegrasi guna meningkatkan daya tarik dan dampak ekonomi di seluruh Indonesia.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 15.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa pembangunan pariwisata di Indonesia tidak dapat berjalan tanpa dukungan ekosistem yang kuat dan terintegrasi. Ia menekankan bahwa kunci keberhasilan sektor ini bukan hanya terletak pada ketersediaan destinasi, tetapi juga pada infrastruktur pendukung seperti keamanan, kebersihan, akses transportasi, ketersediaan pangan, dan fasilitas dasar lainnya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara peluncuran buku bertajuk "MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata" di Jakarta. Rachmat menegaskan bahwa Bappenas tidak hanya menjadi pendukung, tetapi juga aktor utama dalam memastikan seluruh komponen ekosistem pariwisata berjalan sinergis. Menurutnya, tanpa fondasi yang kokoh, upaya promosi dan pengembangan destinasi akan sia-sia.
Ia menyoroti pentingnya keamanan sebagai elemen krusial dalam menarik kunjungan wisatawan. Dengan mencontohkan kota Alexandria di Mesir, ia menjelaskan bahwa kehadiran wisatawan di suatu lokasi sangat dipengaruhi oleh persepsi keamanan. “Wisatawan tidak akan datang jika merasa tidak aman. Keamanan adalah fondasi utama yang harus dijaga bersama,” tegasnya.
Rachmat juga menekankan bahwa peran Bappenas bukan untuk menggantikan fungsi Kementerian Pariwisata, melainkan mendukung agar sektor pariwisata bisa bekerja secara optimal. Ia menegaskan bahwa jika kinerja tidak sesuai harapan, bukan hanya penanggung jawab di level menteri yang perlu dievaluasi, tetapi juga kesiapan ekosistem pendukung yang telah dibangun.
Pendekatan holistik ini, menurutnya, menjadi kunci dalam mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan dan memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Dengan sinergi antarlembaga dan penataan ekosistem yang matang, Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata global yang aman, menarik, dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Warga Pennsylvannia Tolak Insentif Rp180 Juta untuk Data Center
Pengembang data center menawarkan Rp180 juta per rumah tangga, namun sejumlah warga tetap menolak karena khawatir nilai properti turun dan gangguan suara akibat proyek.
30 September 2026

Peningkatan Partisipasi Masyarakat Kunci Sukses Proyek Energi Terbarukan
Keterlibatan masyarakat lokal sejak tahap awal menjadi kunci efektivitas proyek energi terbarukan, menurut perwakilan PKET yang menekankan pentingnya manajemen hubungan masyarakat sejak desain hingga operasional.
30 September 2026

Koordinasi Ketat Diperlukan dalam Pembangunan SJUT di Jakarta
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam pengerjaan SJUT agar tidak mengganggu utilitas yang sudah ada.
30 September 2026

Investasi Teksil Tiongkok di Kendal: Langkah Nyata Kerja Sama Bilateral
Dua perusahaan tekstil dari Fujian mulai beroperasi di KEK Kendal, Jawa Tengah, sebagai bagian dari inisiatif "Dua Negara, Taman Kembar" yang mendorong kolaborasi ekonomi dua arah.
30 September 2026
Berita Lainnya

Wajib Sertifikat Halal 18 Oktober 2026, Produk Berbahan Haram Wajib Tandai "Non Halal
Rabu, 30 September 2026, 17.45 WITA

Pemerintah Atur Penggunaan Anak Usaha Tambang untuk Dukung Ekonomi Lokal
Rabu, 30 September 2026, 17.45 WITA

OJK Resmi Bubarkan Dana Pensiun BASF Indonesia
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

Astra Graphia Siap Bagi Dividen Rp297 per Saham
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.870/US$ di Akhir September
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

BI Perkuat Stabilitas Rupiah Lewat Kebijakan Strategis
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

Telkom Lanjutkan Transformasi dengan Pemisahan Infrastruktur
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

Rupiah Pulih, Kurs Dolar Menurun dari Puncak Rp18.300
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

