Rabu, 30 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Warga Pennsylvannia Tolak Insentif Rp180 Juta untuk Data Center

Pengembang data center menawarkan Rp180 juta per rumah tangga, namun sejumlah warga tetap menolak karena khawatir nilai properti turun dan gangguan suara akibat proyek.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 12.14 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Warga Pennsylvannia Tolak Insentif Rp180 Juta untuk Data Center📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebuah proyek pengembangan pusat data raksasa di Hazle Township, Pennsylvania, menghadirkan insentif finansial menarik berupa dana sebesar US$10.000 atau sekitar Rp180 juta untuk setiap rumah tangga yang memenuhi kriteria. Tawaran ini disampaikan oleh NorthPoint Development sebagai bagian dari strategi meredam keberatan masyarakat terhadap rencana pembangunan kompleks yang menempati lahan seluas 1.300 acre di dekat Pegunungan Pocono. Namun, pembayaran tidak bersifat langsung, melainkan ditunda hingga gedung data center pertama resmi mendapatkan sertifikat layak ditempati, diperkirakan akhir 2027.

Total dana yang disiapkan mencapai US$45 juta untuk distribusi langsung kepada warga, ditambah investasi tambahan sebesar US$120 juta untuk pengembangan komunitas lokal. Meski jumlah tersebut dinilai cukup besar untuk menutupi biaya hidup selama beberapa bulan, sejumlah penduduk tetap bersikeras menolak. Alasannya, mereka khawatir akan terjadi penurunan nilai properti jangka panjang serta gangguan suara dari peralatan pendingin dan turbin gas yang menjadi sumber listrik. Seorang pensiunan guru bahkan menyatakan bahwa insentif tersebut tidak sebanding dengan risiko yang ditimbulkan terhadap kualitas hidup dan aset yang dimilikinya.

Respons penolakan tidak hanya berasal dari warga, tetapi juga dari pemerintah lokal. Pada bulan Juni, otoritas Hazle Township memutuskan menerapkan moratorium pembangunan selama 180 hari untuk merevisi aturan zonasi dan mengevaluasi dampak proyek secara menyeluruh. Keputusan ini mencerminkan tren penolakan yang meningkat di berbagai wilayah Amerika Serikat terhadap ekspansi infrastruktur data center, terlebih di tengah dorongan pertumbuhan industri kecerdasan buatan. Laporan Data Center Opposition Report menunjukkan bahwa rata-rata dua kelompok penentang baru muncul setiap hari dalam tiga bulan terakhir, dengan jumlah anggota melebihi 640.000 orang—naik delapan kali lipat sejak Desember tahun sebelumnya.

Keberatan publik mencakup berbagai aspek, mulai dari perubahan fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri hingga dampak lingkungan dari emisi gas buang turbin dan konsumsi energi tinggi. Tantangan ini juga mulai memengaruhi kepercayaan investor. Laporan The New York Times menyebut sejumlah pemegang saham Wall Street mulai cemas terhadap kemampuan industri AI memenuhi target pertumbuhan jika pembangunan pusat data terus menghadapi hambatan. Sebagai respons, sejumlah perusahaan besar seperti Blackstone dan OpenAI kini berkolaborasi dengan kelompok baru bernama American Infrastructure Alliance untuk membangun kerangka standar pembangunan dan mendukung kebijakan yang lebih inklusif. Kampanye ini rencananya diluncurkan tahun depan di tujuh negara bagian, termasuk Pennsylvania, Texas, dan Georgia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya