Rabu, 30 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Iklim Ancam Keamanan Nasional, Inggris Dorong Transformasi Strategis

Inggris memperingatkan krisis iklim dan El Nino intens memicu ancaman keamanan global melalui konflik, migrasi, dan krisis pangan, serta menetapkan keamanan iklim sebagai prioritas strategis nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 12.17 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Iklim Ancam Keamanan Nasional, Inggris Dorong Transformasi Strategis📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband menggarisbawahi bahwa perubahan iklim dan fenomena El Nino tahun ini, yang diprediksi paling kuat dalam sejarah, berpotensi mengganggu stabilitas keamanan nasional di seluruh dunia. Dalam pertemuan tertutup di sela Sidang Umum PBB di New York, ia menyatakan bahwa kondisi ekstrem seperti gelombang panas, hasil panen menurun, dan inflasi pangan telah menjadi indikator nyata dari krisis yang akan semakin memburuk jika tidak ditangani secara sistemik. Ancaman ini, menurutnya, tidak lagi terbatas pada ranah lingkungan, melainkan menyentuh inti dari ketahanan pangan, akses air, dan stabilitas ekonomi.

Miliband menekankan bahwa kehilangan keanekaragaman hayati, terutama di ekosistem kunci seperti hutan hujan Amazon dan Kongo, tidak hanya merusak alam, tetapi juga melemahkan fondasi keamanan global. Ia menilai bahwa kerusakan lingkungan dapat memicu migrasi massal, ketegangan sosial, dan konflik sumber daya yang berdampak pada kebijakan luar negeri dan pertahanan nasional. Untuk itu, Inggris akan meluncurkan perwakilan khusus yang menggabungkan keahlian militer dan ilmu iklim guna menganalisis serta merancang respons strategis terhadap ancaman iklim.

Dalam upaya konkret, Inggris menyatakan akan menyumbang 330 juta poundsterling (setara Rp7,82 triliun) kepada Global Environment Facility. Dana tersebut akan digunakan untuk melindungi hutan, lautan, dan ekosistem vital di negara berkembang, sebagai bentuk investasi jangka panjang terhadap ketahanan global. Miliband menegaskan bahwa negara yang siap menghadapi masa depan adalah yang memasukkan keamanan iklim dan perlindungan alam sebagai elemen utama dalam kebijakan nasional dan ekonomi.

Ia menyeru seluruh negara untuk berpindah dari respons reaktif ke pendekatan proaktif, dengan berinvestasi dalam ketahanan sebelum krisis melanda. Transformasi menuju energi bersih, menurut Miliband, bukan sekadar kebijakan lingkungan, tetapi peluang strategis untuk memperkuat stabilitas nasional. Keputusan Inggris menempatkan keamanan iklim sebagai inti dari kebijakan luar negeri dan pertahanan mencerminkan pergeseran paradigma global yang menilai krisis iklim sebagai ancaman keamanan utama abad ini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya