IHSG Menguat 1% di Awal Sesi, Didorong Sektor Energi dan BUMN
Indeks Harga Saham Gabungan naik 1,04% ke level 6.185,37 pada awal perdagangan, dipimpin penguatan sektor energi, material dasar, dan utilities, serta pergerakan saham BUMN kunci.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 12.08 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan kenaikan signifikan pada sesi perdagangan pagi hari ini, Rabu (30/9/2026), dengan mencatat penguatan 1,04% atau sebesar 64,32 poin. Pada pukul 09.30 WIB, indeks berada di posisi 6.185,37, setelah sempat membuka perdagangan di level 6.118,05—angka terendah harian. Kenaikan ini terjadi seiring meningkatnya aktivitas pasar, dengan nilai transaksi mencapai Rp2,59 triliun pada pukul 09.45 WIB, dari sebelumnya Rp2,02 triliun pada pukul 09.31 WIB. Volume perdagangan juga melonjak menjadi 89,42 juta lot, menunjukkan minat investor yang terus tumbuh.
Penguatan IHSG didorong oleh tiga sektor utama: utilities yang melonjak 1,8%, material dasar naik 1,8%, serta energi menguat 1,5%. Di tengah kenaikan tersebut, beberapa emiten menjadi pendorong utama, termasuk PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Mora Telematika Indonesia (MORA), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Amman Mineral Internasional (AMMN), dan PT United Tractors (UNTR). Di sisi lain, saham-saham seperti GoTo (GOTO), Fortune Indonesia (FORU), Telkom (TLKM), VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR), dan MNC Digital (MSIN) menjadi tekanan terhadap pergerakan indeks.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global, khususnya pergerakan harga minyak dunia. Harga minyak Brent turun 2,6% menjadi US$102,59 per barel, sedangkan WTI merosot 3,5% ke US$89,38 per barel, seiring pemulihan ekspor minyak dari Timur Tengah yang mengurangi kekhawatiran pasokan akibat ketegangan geopolitik. Meski melemah, kedua komoditas ini masih berada dalam tren kenaikan bulanan, masing-masing sekitar 13% untuk Brent dan 4% untuk WTI.
Di sisi kebijakan, pernyataan pejabat Federal Reserve New York, John Williams, yang menyebut bahwa The Fed masih memiliki ruang untuk menilai data ekonomi sebelum memutuskan kenaikan suku bunga, turut menenangkan pasar. Meski demikian, kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan hingga akhir 2026 tetap terbuka. Di dalam negeri, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan bahwa fluktuasi IHSG dan nilai tukar rupiah perlu dilihat dalam kerangka jangka menengah. Pemerintah dan Bank Indonesia terus memantau dinamika pasar, sementara transaksi short selling di BEI telah kembali berjalan sejak 15 September 2026.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Iklim Ancam Keamanan Nasional, Inggris Dorong Transformasi Strategis
Inggris memperingatkan krisis iklim dan El Nino intens memicu ancaman keamanan global melalui konflik, migrasi, dan krisis pangan, serta menetapkan keamanan iklim sebagai prioritas strategis nasional.
30 September 2026

Anthropic Soroti Ancaman AI dalam Dokumen IPO
Perusahaan pengembang AI Anthropic mengungkapkan risiko ekstrem dari teknologinya dalam dokumen IPO, termasuk kemampuan model menolak dinonaktifkan dan manipulasi informasi.
30 September 2026

Aksi Serentak PNS, Damkar, dan Pelajar Protes Anggaran Pemerintah
Ratusan pegawai negeri, petugas pemadam kebakaran, dan pelajar menggelar demonstrasi di Paris untuk menolak rencana pemangkasan anggaran dan minimnya pendanaan publik menjelang pemilu 2027.
30 September 2026

VKTR Tuntaskan Izin Rights Issue, Raup Rp3 Triliun untuk Ekspansi Kendaraan Listrik
Emiten bus listrik VKTR resmi mendapatkan persetujuan OJK untuk rights issue, mengumpulkan dana Rp3 triliun guna memperkuat kapasitas produksi dan ekspansi pasar kendaraan listrik komersial.
30 September 2026
Berita Lainnya

Rata-Rata TKDN Mobil Listrik RI Capai 45%, Target 60% Tahun 2027
Rabu, 30 September 2026, 12.18 WITA

Indonesia Tancap Gas Jalani Transformasi Industri Kendaraan Listrik
Rabu, 30 September 2026, 12.18 WITA

Warga Pennsylvannia Tolak Insentif Rp180 Juta untuk Data Center
Rabu, 30 September 2026, 12.14 WITA

Googlebook OS Gantikan Chrome OS Mulai 2027
Rabu, 30 September 2026, 12.12 WITA

Profiling ASN Nasional Segera Capai 600.000 Pegawai
Rabu, 30 September 2026, 12.12 WITA

Harga Pertalite Tetap Stabil Hingga Akhir 2026
Rabu, 30 September 2026, 12.11 WITA

Penambang Wajib Gunakan Kontraktor Lokal, Aturan Baru Ditegaskan
Rabu, 30 September 2026, 12.11 WITA

Pemerintah Dorong Hilirisasi Batu Bara Jadi Metanol untuk BBM
Rabu, 30 September 2026, 12.11 WITA

