Rabu, 30 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Aksi Serentak PNS, Damkar, dan Pelajar Protes Anggaran Pemerintah

Ratusan pegawai negeri, petugas pemadam kebakaran, dan pelajar menggelar demonstrasi di Paris untuk menolak rencana pemangkasan anggaran dan minimnya pendanaan publik menjelang pemilu 2027.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 12.11 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Aksi Serentak PNS, Damkar, dan Pelajar Protes Anggaran Pemerintah📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Puluhan ribu warga Prancis dari berbagai latar belakang—termasuk aparatur sipil negara, petugas pemadam kebakaran, dan pelajar sekolah menengah—melangsungkan aksi unjuk rasa serentak di ibu kota pada Selasa (29/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk protes terhadap kebijakan penghematan anggaran pemerintah yang dinilai merugikan sektor publik, terutama di tengah meningkatnya tekanan akibat bencana alam dan krisis sosial. Aksi digelar tujuh bulan sebelum pemilihan presiden dan hanya dua hari sebelum rancangan anggaran tahun 2027 dipublikasikan secara resmi.

Salah satu simbol paling mencolok dalam aksi adalah replika peti mati berisi kerangka tiruan yang dibawa oleh petugas pemadam kebakaran. Di atasnya terpampang poster bertuliskan “Mereka mengorbankan nyawa; apa yang Anda berikan?”, menyoroti ketidakmampuan anggaran negara dalam menangani kebakaran hutan yang melanda wilayah Prancis pada musim panas. Para petugas menegaskan bahwa penanganan bencana memerlukan dukungan sumber daya yang memadai, bukan hanya komitmen retoris.

Pemerintah sendiri mengusulkan pembekuan gaji pokok bagi pegawai negeri pada tahun 2027 sebagai bagian dari upaya penghematan sebesar €2 miliar (setara Rp40,7 triliun). Serikat pekerja menilai kebijakan ini merupakan pembekuan gaji tahunan keempat berturut-turut dan kedelapan sejak masa jabatan Presiden Emmanuel Macron. Mereka menekankan bahwa kebijakan tersebut berpotensi menurunkan moral kerja dan menambah beban hidup bagi aparatur sipil negara yang telah lama menghadapi tekanan ekonomi.

Aksi tersebut juga mencerminkan kekecewaan publik yang terus meningkat terhadap pemerintah berhaluan tengah-kanan, yang didukung oleh hasil jajak pendapat konsisten menunjukkan tingkat dukungan yang rendah. Dalam konteks ini, demonstrasi bukan hanya soal anggaran, tetapi juga tentang nilai keadilan, kesejahteraan, dan tanggung jawab negara terhadap warganya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya