Pemerintah Dorong Hilirisasi Batu Bara Jadi Metanol untuk BBM
Pemerintah mempercepat pengembangan hilirisasi batu bara menjadi metanol sebagai bahan campuran bahan bakar minyak, dengan fokus pada wilayah potensial seperti Kalimantan Timur dan Sumatra Selatan.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 12.11 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah kini memperkuat langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi batu bara melalui program hilirisasi, dengan fokus utama pada pengolahan batu bara menjadi metanol. Proyek ini dilakukan di daerah dengan cadangan batu bara melimpah, termasuk Kalimantan Timur, yang telah memulai tahap awal pembangunan fasilitas pengolahan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya diversifikasi energi dan peningkatan nilai tambah dari sumber daya alam nasional.
Metanol yang dihasilkan bukan digunakan secara langsung sebagai bensin, melainkan sebagai bahan campuran dalam bahan bakar minyak (BBM). Proses ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil dan mendukung kemandirian energi nasional. Pemerintah juga mendorong keterlibatan investor dalam skema kerja sama teknologi, khususnya untuk batu bara kalori rendah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Secara teknis, transformasi batu bara menjadi metanol dimulai dari proses gasifikasi, di mana batu bara direaksikan dengan oksigen dan uap air dalam kondisi suhu serta tekanan tinggi, menghasilkan gas sintesis (syngas) berupa karbon monoksida dan hidrogen. Syngas tersebut kemudian diproses lebih lanjut menjadi metanol melalui reaksi kimia yang telah teruji. Dari metanol, dapat dikembangkan produk turunan seperti Dimethyl Ether (DME) atau bahkan bensin melalui proses selanjutnya.
Meskipun teknologi untuk mengubah batu bara menjadi bensin sudah tersedia dan telah diterapkan di negara seperti Afrika Selatan melalui perusahaan Sasol, tantangan utama tetap berada pada aspek ekonomi. Biaya investasi tinggi dan kompleksitas produksi menjadi penghambat utama bagi pelaku industri swasta. Hal ini terbukti dari keputusan perusahaan asal Amerika Serikat, Air Products, yang mundur dari rencana proyek DME dari batu bara karena pertimbangan keekonomian.
Kendati demikian, pemerintah tetap optimistis bahwa dengan pendekatan yang tepat, termasuk insentif dan kolaborasi teknologi, proyek hilirisasi batu bara dapat menjadi kenyataan. Fokus utama saat ini tetap pada metanol sebagai langkah awal yang lebih realistis dan dapat diterapkan secara komersial dalam jangka menengah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Penambang Wajib Gunakan Kontraktor Lokal, Aturan Baru Ditegaskan
Aturan baru mewajibkan penambang menggunakan kontraktor lokal dan melarang keterlibatan afiliasi tanpa persetujuan, demi memperkuat ekonomi daerah dan transparansi.
30 September 2026

Aturan Baru Wajib Libatkan Kontraktor Lokal dalam Pertambangan
Kementerian ESDM tegaskan larangan penggunaan afiliasi dalam jasa pertambangan, kecuali untuk proyek strategis nasional dan kebutuhan dalam negeri.
30 September 2026

Warisan Kebijakan Energi Harus Diteruskan Generasi Kini
Wakil Menteri ESDM menekankan pentingnya melanjutkan kebijakan berkelanjutan dari para pendahulu di sektor energi, termasuk penguasaan negara atas sumber daya alam dan subsidi tepat sasaran.
30 September 2026
Antam Kolaka Raih Penghargaan CSR Gold 2026
Proyek budidaya teripang di Desa Tambea, Kolaka, berhasil menyabet penghargaan CSR Gold 2026 berkat dampak sosial ekonomi yang signifikan.
29 September 2026
Berita Lainnya

Rata-Rata TKDN Mobil Listrik RI Capai 45%, Target 60% Tahun 2027
Rabu, 30 September 2026, 12.18 WITA

Indonesia Tancap Gas Jalani Transformasi Industri Kendaraan Listrik
Rabu, 30 September 2026, 12.18 WITA

Iklim Ancam Keamanan Nasional, Inggris Dorong Transformasi Strategis
Rabu, 30 September 2026, 12.17 WITA

Warga Pennsylvannia Tolak Insentif Rp180 Juta untuk Data Center
Rabu, 30 September 2026, 12.14 WITA

Anthropic Soroti Ancaman AI dalam Dokumen IPO
Rabu, 30 September 2026, 12.12 WITA

Googlebook OS Gantikan Chrome OS Mulai 2027
Rabu, 30 September 2026, 12.12 WITA

Profiling ASN Nasional Segera Capai 600.000 Pegawai
Rabu, 30 September 2026, 12.12 WITA

Harga Pertalite Tetap Stabil Hingga Akhir 2026
Rabu, 30 September 2026, 12.11 WITA

