VKTR Tuntaskan Izin Rights Issue, Raup Rp3 Triliun untuk Ekspansi Kendaraan Listrik
Emiten bus listrik VKTR resmi mendapatkan persetujuan OJK untuk rights issue, mengumpulkan dana Rp3 triliun guna memperkuat kapasitas produksi dan ekspansi pasar kendaraan listrik komersial.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 12.09 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I). Langkah ini menjadi fondasi utama dalam memperkuat struktur permodalan perusahaan guna mendukung ekspansi bisnis kendaraan listrik komersial di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, VKTR akan menerbitkan 15 miliar saham biasa dengan nilai nominal Rp10 per saham, dengan harga pelaksanaan sebesar Rp200 per saham, menghasilkan dana sebesar Rp3 triliun sebelum biaya operasional.
Setiap pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 8 Oktober 2026 pukul 16.15 WIB berhak atas 12 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) untuk setiap 35 saham yang dimilikinya. HMETD tersebut dapat diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun di luar BEI selama periode 12–16 Oktober dan 19–23 Oktober 2026. Saham baru dari pelaksanaan HMETD akan dicatatkan di BEI pada 12 Oktober 2026, dengan batas akhir pelaksanaan pada 23 Oktober 2026.
Sebagai bentuk dukungan dari pemegang saham utama, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menyatakan tidak akan melaksanakan HMETD miliknya dan akan menyerahkan seluruh hak tersebut kepada PT Bakrie Capital Indonesia (BCI). BCI akan menyerap sebanyak 3,66 miliar saham dengan nilai total Rp732 miliar. Selain itu, BCI dan PT Biofuel Indo Sumatra (BIS) akan menjadi pembeli siaga atas sisa saham yang tidak diambil pemegang saham, dengan BCI menyerap maksimal 3,09 miliar saham dan BIS hingga 8,25 miliar saham, mencakup total nilai hingga Rp2,27 triliun.
Dana hasil rights issue, setelah dikurangi biaya, akan digunakan secara strategis. Sebanyak 66,86% dari dana bersih akan disetorkan kepada PT Sarana Ekomobilitas Indonesia (SEI) untuk mendukung pembelian kendaraan listrik dari VKTR yang direncanakan berlangsung pada 2026–2027. Sisanya digunakan sebagai modal kerja, termasuk untuk operasional, pengadaan persediaan kendaraan listrik seperti bus, truk, transporter, dan forklift, serta biaya pendukung lainnya. Dengan pelaksanaan ini, pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD diperkirakan mengalami dilusi kepemilikan hingga 25,53% setelah proses rights issue selesai.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Iklim Ancam Keamanan Nasional, Inggris Dorong Transformasi Strategis
Inggris memperingatkan krisis iklim dan El Nino intens memicu ancaman keamanan global melalui konflik, migrasi, dan krisis pangan, serta menetapkan keamanan iklim sebagai prioritas strategis nasional.
30 September 2026

Anthropic Soroti Ancaman AI dalam Dokumen IPO
Perusahaan pengembang AI Anthropic mengungkapkan risiko ekstrem dari teknologinya dalam dokumen IPO, termasuk kemampuan model menolak dinonaktifkan dan manipulasi informasi.
30 September 2026

Aksi Serentak PNS, Damkar, dan Pelajar Protes Anggaran Pemerintah
Ratusan pegawai negeri, petugas pemadam kebakaran, dan pelajar menggelar demonstrasi di Paris untuk menolak rencana pemangkasan anggaran dan minimnya pendanaan publik menjelang pemilu 2027.
30 September 2026

VISI Akuisisi Perusahaan Kesehatan Senilai Rp319 Miliar
Emiten milik Nagita Slavina, VISI, resmi mengakuisisi 72,91% saham PT Hasna Medika Bakti Cirebon senilai Rp319 miliar untuk fokus pada sektor kesehatan.
30 September 2026
Berita Lainnya

Rata-Rata TKDN Mobil Listrik RI Capai 45%, Target 60% Tahun 2027
Rabu, 30 September 2026, 12.18 WITA

Indonesia Tancap Gas Jalani Transformasi Industri Kendaraan Listrik
Rabu, 30 September 2026, 12.18 WITA

Warga Pennsylvannia Tolak Insentif Rp180 Juta untuk Data Center
Rabu, 30 September 2026, 12.14 WITA

Googlebook OS Gantikan Chrome OS Mulai 2027
Rabu, 30 September 2026, 12.12 WITA

Profiling ASN Nasional Segera Capai 600.000 Pegawai
Rabu, 30 September 2026, 12.12 WITA

Harga Pertalite Tetap Stabil Hingga Akhir 2026
Rabu, 30 September 2026, 12.11 WITA

Penambang Wajib Gunakan Kontraktor Lokal, Aturan Baru Ditegaskan
Rabu, 30 September 2026, 12.11 WITA

Pemerintah Dorong Hilirisasi Batu Bara Jadi Metanol untuk BBM
Rabu, 30 September 2026, 12.11 WITA

