Sabtu, 19 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Norwegia Siap Hukum Warga Jual Produk Permukiman Ilegal Israel

Norwegia berencana menghukum penjualan produk dari pemukiman ilegal di Tepi Barat dengan ancaman hukuman penjara, menegaskan sikap independen terhadap tekanan Israel.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 17.38 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Norwegia Siap Hukum Warga Jual Produk Permukiman Ilegal Israel📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Norwegia tengah mempersiapkan regulasi yang akan memenjarakan warganya yang terlibat dalam perdagangan produk dari permukiman ilegal di Tepi Barat Palestina. Langkah ini menjadi bagian dari upaya diplomasi yang lebih luas untuk menekan aktivitas permukiman yang dianggap melanggar hukum internasional. Menteri Luar Negeri Espen Barth Eide menegaskan bahwa Israel telah terlalu sering menggunakan isu anti-Semit sebagai alat intimidasi terhadap negara-negara Barat yang berani mengkritik kebijakannya.

Eide menilai bahwa pengaruh Israel dalam menekan kritik internasional mulai menurun, terutama setelah sejumlah negara Eropa menunjukkan keberanian mengambil langkah tegas. Ia menyatakan bahwa mekanisme perlindungan yang sebelumnya diikuti oleh banyak negara Barat kini mulai runtuh. Dalam pernyataan terbaru, Eide menyebut bahwa undang-undang tersebut kemungkinan akan disahkan pada musim gugur ini, menunjukkan komitmen pemerintah yang kuat terhadap prinsip hukum internasional.

Di Belanda, aturan serupa telah diterapkan dengan ketat, di mana perdagangan barang dari permukiman ilegal dianggap pelanggaran ekonomi serius. Pelanggar dapat dihukum hingga enam tahun penjara, sambil menghadapi denda besar dan penyitaan aset bagi perusahaan. Langkah ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga memiliki dampak nyata terhadap ekonomi dan reputasi internasional Israel.

Dalam wawancara dengan Euronews di Riga, Eide menekankan bahwa pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah membawa Israel ke arah yang sangat ekstrem. Ia menyebut pemerintahan saat ini sebagai yang paling kanan dalam sejarah negara itu, serta menyoroti kian memburuknya situasi di Tepi Barat sebagai alasan utama di balik kebijakan baru. Posisi Norwegia menunjukkan bahwa kebijakan luar negeri dapat diambil berdasarkan prinsip hukum, bukan hanya tekanan politik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya