PAN Tekankan Desain Pemilu 2029 Harus Patuhi Putusan MK
PAN menekankan desain Pemilu 2029 harus sesuai konstitusi dan putusan Mahkamah Konstitusi, termasuk menghindari pemisahan Pileg dan Pilpres yang berpotensi menciptakan persoalan baru.
Redaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 09.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, menegaskan bahwa penyelenggaraan Pemilu 2029 harus didasarkan pada ketaatan terhadap konstitusi dan keputusan Mahkamah Konstitusi. Ia menyampaikan hal ini menyusul munculnya usulan untuk menyelenggarakan pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden secara terpisah dalam rancangan Undang-Undang Pemilu mendatang. Menurutnya, keputusan tersebut harus dipertimbangkan secara matang agar tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip konstitusional yang telah ditetapkan.
Viva menyoroti pentingnya mempertimbangkan berbagai aspek dalam menyusun desain pemilu, termasuk kenyamanan pemilih, beban penyelenggara, efisiensi biaya, kualitas kampanye, serta stabilitas sistem pemerintahan presidensial. Ia menekankan bahwa setiap perubahan desain harus menghindari penciptaan persoalan baru, terlebih jika berpotensi mengganggu konsistensi hukum yang telah diatur oleh MK. Pemilu yang diselenggarakan secara terpisah, menurutnya, berisiko mengganggu koordinasi politik dan keberlangsungan pemerintahan.
PAN menilai bahwa usulan pemisahan Pileg dan Pilpres bertentangan dengan Putusan MK Nomor 135/PUU-XXII/2024, yang secara eksplisit memisahkan pemilu nasional—yang mencakup DPR RI, DPD RI, dan pasangan calon presiden/wakil presiden—dengan pemilu lokal seperti DPRD dan kepala daerah. Selain itu, putusan MK Nomor 62/PUU-XXII/2024 yang menghapus presidential threshold harus menjadi acuan utama, karena menegaskan bahwa pengusulan pasangan calon dapat dilakukan oleh partai atau gabungan partai peserta pemilu, tanpa batasan persentase kursi atau suara sah nasional.
Viva menegaskan bahwa PAN tidak menutup diri terhadap berbagai opsi desain pemilu, termasuk pemilihan Pileg lebih dahulu, selama tetap memenuhi prinsip konstitusional, rasional, sederhana, dan tidak diskriminatif terhadap partai politik. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas demokrasi dengan desain yang memudahkan akses pemilih dan memperkuat legitimasi hasil pemilu.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Hormati Keputusan Filipina Bebaskan Mary Jane
Pemerintah RI menyatakan menghormati keputusan Filipina memberikan grasi kepada Mary Jane Veloso, narapidana kasus narkoba yang sebelumnya dipindahkan ke Filipina sesuai kesepakatan bilateral.
28 September 2026

14 Prajurit Tewas dalam Latihan, Menteri Pertahanan Kazakhstan Dipecat
Presiden Kazakhstan memecat Menteri Pertahanan menyusul tewasnya 14 prajurit dalam latihan militer di Laut Kaspia akibat cuaca ekstrem.
28 September 2026

Netanyahu Kunjungi UEA Secara Mendadak
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan kunjungan rahasia ke Uni Emirat Arab untuk bertemu Presiden Mohamed bin Zayed Al Nahyan, tanpa pengumuman sebelumnya.
28 September 2026

Karangan Bunga dan Doa Mengalir untuk Almarhum Guruh Soekarnoputra
Tokoh-tokoh nasional memadati rumah duka putra bungsu Soekarno, Guruh Soekarnoputra, yang meninggal dunia pada usia 73 tahun setelah perawatan di RS Siloam Semanggi.
28 September 2026
Berita Lainnya

Paramount Siapkan Utang Rp133 Miliar untuk Akuisisi Warner Bros
Senin, 28 September 2026, 09.27 WITA

Dakota Johnson Bocorkan Pengalaman Kerja Bareng Taylor Swift
Senin, 28 September 2026, 09.27 WITA

Aktor Hollywood Kesulitan Pertahankan Asuransi Kesehatan
Senin, 28 September 2026, 09.27 WITA

Portugal Raih Kemenangan Dramatis di Norwegia
Senin, 28 September 2026, 09.13 WITA

Yunani Tumbangkan Jerman di Kandang
Senin, 28 September 2026, 09.13 WITA

Indonesia Siap Laga Penentu di Semifinal Bulutangkis Asian Games
Senin, 28 September 2026, 09.13 WITA

Indonesia Siap Tantang China dan Thailand di Semifinal Bulutangkis Asian Games
Senin, 28 September 2026, 09.13 WITA

Lima Pria Ditangkap Terkait Aktivitas Mencurigakan Dekat Pangkalan Udara RAF Fairford
Senin, 28 September 2026, 09.12 WITA

