Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pegadaian Dorong Pertumbuhan Laba BRI Group di Semester I

Laba bersih BRI Group naik 17,5% menjadi Rp31,2 triliun pada semester I-2026, didorong kontribusi signifikan Pegadaian yang menyumbang lebih dari 20% laba dan tumbuh 84% secara tahunan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 15.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pegadaian Dorong Pertumbuhan Laba BRI Group di Semester I📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertumbuhan kinerja keuangan BRI Group pada semester pertama tahun 2026 tercatat menguat signifikan, dengan laba bersih mencapai Rp31,2 triliun, meningkat 17,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini melampaui perkiraan pasar dan menjadi cerminan kuat dari efektivitas strategi diversifikasi bisnis yang diterapkan dalam ekosistem perusahaan. Salah satu pendorong utama di balik pencapaian tersebut adalah kinerja anak usaha PT Pegadaian, yang kini memberikan kontribusi lebih dari seperlima total laba grup.

Pegadaian mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 84% year-on-year, mencapai Rp6,6 triliun pada periode tersebut. Pertumbuhan ini didukung oleh ekspansi kredit gadai yang tumbuh 62% secara tahunan serta konsistensi margin bunga bersih (NIM) yang tetap tinggi di level 18,2%. Kenaikan penyaluran pembiayaan gadai menjadi salah satu pemicu utama, sekaligus mendorong pertumbuhan aset dan jumlah nasabah yang mencapai 9 juta orang pada Juni 2026, meningkat dari 6,6 juta pada 2021.

Di tengah kenaikan kinerja Pegadaian, BRI Group juga mencatat tekanan pada sejumlah sumber pendapatan operasional lainnya. Pendapatan treasury anjlok 82% kuartalan dan 81% tahunan, menyusut menjadi Rp248 miliar, sementara keuntungan dari transaksi valuta asing berubah negatif sebesar Rp183 miliar. Meski pendapatan fee dan komisi tumbuh 6,1% yoy, pemulihan aset yang sebelumnya dihapus buku mengalami penurunan 2% dibandingkan tahun sebelumnya.

Ekosistem emas Pegadaian terus menjadi pilar strategis dalam memperluas layanan keuangan inklusif. Pada Juni 2026, nilai tabungan emas mencapai 20,2 ton dengan valuasi lebih dari Rp48 triliun, sedangkan omzet cicil emas mencapai 5,3 ton dengan nilai hampir Rp13 triliun. Layanan lain seperti deposito emas, perdagangan, jasa titipan, dan pembiayaan modal kerja emas juga menunjukkan pertumbuhan stabil. Menurut Wakil Direktur Utama BRI, pertumbuhan ini menegaskan peran Pegadaian sebagai bagian integral dari Holding Ultra Mikro dan penguatan ekosistem keuangan berbasis emas di Indonesia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya