Pembiayaan Alat Berat Tumbuh Minimal, Proyek Energi Terbarukan Jadi Harapan
Pembiayaan alat berat hanya tumbuh 0,12% hingga Agustus 2026, namun peluang dari proyek energi terbarukan diharapkan jadi penopang pertumbuhan ke depan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 21.22 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 34x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pembiayaan alat berat oleh perusahaan pembiayaan mencatat pertumbuhan stagnan pada periode Agustus 2026, dengan total penyaluran sebesar Rp48,50 triliun atau hanya naik 0,12% dibanding tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan kenaikan yang sangat kecil, mengindikasikan perlambatan signifikan dalam aktivitas sektor konstruksi dan pertambangan yang menjadi pengguna utama alat berat. Kondisi ini menjadi perhatian otoritas karena menandakan ketidakseimbangan antara potensi ekonomi dan realisasi pembiayaan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan pertumbuhan positif akan kembali muncul di masa depan, terutama seiring dengan perluasan proyek-proyek infrastruktur energi terbarukan. Program pemerintah seperti pembangunan PLTS skala besar hingga proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik diharapkan menjadi pemicu permintaan alat berat. Dengan demikian, sektor energi terbarukan diproyeksikan menjadi diversifikasi penting bagi industri pembiayaan alat berat.
Di sisi lain, penyaluran pembiayaan ke sektor produktif secara keseluruhan mengalami kontraksi 1,81% menjadi Rp241,88 triliun, atau menyumbang 44,44% dari total piutang multifinance. Pembiayaan investasi turun 4,47% menjadi Rp169,12 triliun, sedangkan pembiayaan modal kerja tumbuh 5,40% dan pembiayaan multiguna naik 4,58%. Di sektor UMKM, pembiayaan investasi tetap menjadi dominan, mencapai Rp83,55 triliun atau 53,09% dari total Rp157,37 triliun.
Meskipun aktivitas pembiayaan produktif melemah, kinerja keuangan industri multifinance justru membaik. Laba bersih per Agustus 2026 mencapai Rp17,38 triliun, tumbuh 19,04% dibanding periode sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pembiayaan kendaraan listrik dan hybrid yang melonjak 34,67% menjadi Rp26,20 triliun, meski total pembiayaan kendaraan bermotor turun 0,68% menjadi Rp403,02 triliun. Saat ini terdapat 144 perusahaan pembiayaan, dengan 141 konvensional dan 3 syariah, sementara OJK sedang meninjau permohonan perubahan kepemilikan dan merger.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Pembangunan PLTS terapung di Waduk Tembesi, Batam, telah menyelesaikan 74 persen tahap konstruksi dengan kapasitas 46 MWp dan proyeksi produksi listrik 61 GWh per tahun.
24 Oktober 2026

Peta Hak Dasar Desa Siap Dukung Pembangunan Berbasis HAM
KemenHAM memperkenalkan Peta Pemenuhan Hak Dasar hingga tingkat desa melalui platform DESAHAM sebagai alat pemantauan berbasis data dalam perencanaan pembangunan nasional.
24 Oktober 2026

IKN Tandatangani Kerja Sama Rp4 Triliun untuk Percepatan Pembangunan
Otorita IKN resmi menandatangani PKS proyek perumahan dan investasi swasta senilai total Rp4,04 triliun, melibatkan lima perusahaan di sektor pangan, mebel, komersial, kuliner, dan olahraga.
24 Oktober 2026

Tol Japek II Selatan Paket 2A Capai 85,8% Progres Fisik
Proyek Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 2A telah menyelesaikan 85,8% pekerjaan fisik per akhir September 2026, dengan target penyelesaian akhir 2027.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

