Pemerintah Alokasikan Rp1.300 Triliun di Akhir Tahun untuk Dorong Ekonomi
Pemerintah menyiapkan belanja negara sebesar Rp1.300 triliun pada kuartal IV-2026, lebih tinggi dari tahun sebelumnya, guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan konsumsi domestik secara merata.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 09.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 71x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah mempersiapkan peningkatan belanja negara hingga mencapai Rp1.300 triliun pada kuartal terakhir tahun ini, menandai kenaikan dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.200 triliun. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi akhir tahun untuk mempercepat aktivitas ekonomi dan memastikan anggaran terserap secara efisien. Alokasi dana tersebut akan difokuskan pada layanan publik, program perlindungan sosial, serta bantuan pangan yang telah berjalan sejak awal kuartal IV.
Peningkatan belanja ini diharapkan mampu menstimulasi permintaan domestik dan memperkuat daya beli masyarakat, terutama di kalangan kelompok rentan. Menteri Keuangan menegaskan bahwa langkah tersebut bukan sekadar peningkatan jumlah, tetapi juga perbaikan arah dan sasaran pengeluaran agar lebih tepat guna. Dengan fokus pada sektor yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat, pemerintah berupaya memastikan dana negara menghasilkan manfaat nyata.
Pencapaian belanja negara hingga September 2026 telah mencapai Rp2.660,5 triliun, setara 69,2% dari target APBN tahun ini sebesar Rp3.842,7 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 19%, jauh melampaui kinerja serupa pada periode yang sama tahun lalu yang tercatat kontraksi 0,8%. Realisasi ini tercermin dari peningkatan signifikan di berbagai komponen, termasuk belanja kementerian/lembaga yang mencapai Rp1.069,4 triliun (70,8% dari target) dengan pertumbuhan 33,5%.
Belanja non-K/L juga tumbuh pesat hingga Rp991,9 triliun (60,5% dari target), meningkat 25,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, transfer ke daerah mencapai Rp599,2 triliun atau 86,5% dari target, meski mengalami kontraksi 7,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sempat tumbuh 1,5%. Meskipun demikian, pemerintah tetap menjaga defisit APBN dalam kisaran 2,85% terhadap PDB, sebagai bagian dari komitmen menjaga stabilitas fiskal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

