Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Alokasikan Rp1.300 Triliun di Akhir Tahun untuk Dorong Ekonomi

Pemerintah menyiapkan belanja negara sebesar Rp1.300 triliun pada kuartal IV-2026, lebih tinggi dari tahun sebelumnya, guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan konsumsi domestik secara merata.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 09.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 71x dibuka
Pemerintah Alokasikan Rp1.300 Triliun di Akhir Tahun untuk Dorong Ekonomi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah mempersiapkan peningkatan belanja negara hingga mencapai Rp1.300 triliun pada kuartal terakhir tahun ini, menandai kenaikan dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.200 triliun. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi akhir tahun untuk mempercepat aktivitas ekonomi dan memastikan anggaran terserap secara efisien. Alokasi dana tersebut akan difokuskan pada layanan publik, program perlindungan sosial, serta bantuan pangan yang telah berjalan sejak awal kuartal IV.

Peningkatan belanja ini diharapkan mampu menstimulasi permintaan domestik dan memperkuat daya beli masyarakat, terutama di kalangan kelompok rentan. Menteri Keuangan menegaskan bahwa langkah tersebut bukan sekadar peningkatan jumlah, tetapi juga perbaikan arah dan sasaran pengeluaran agar lebih tepat guna. Dengan fokus pada sektor yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat, pemerintah berupaya memastikan dana negara menghasilkan manfaat nyata.

Pencapaian belanja negara hingga September 2026 telah mencapai Rp2.660,5 triliun, setara 69,2% dari target APBN tahun ini sebesar Rp3.842,7 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 19%, jauh melampaui kinerja serupa pada periode yang sama tahun lalu yang tercatat kontraksi 0,8%. Realisasi ini tercermin dari peningkatan signifikan di berbagai komponen, termasuk belanja kementerian/lembaga yang mencapai Rp1.069,4 triliun (70,8% dari target) dengan pertumbuhan 33,5%.

Belanja non-K/L juga tumbuh pesat hingga Rp991,9 triliun (60,5% dari target), meningkat 25,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, transfer ke daerah mencapai Rp599,2 triliun atau 86,5% dari target, meski mengalami kontraksi 7,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sempat tumbuh 1,5%. Meskipun demikian, pemerintah tetap menjaga defisit APBN dalam kisaran 2,85% terhadap PDB, sebagai bagian dari komitmen menjaga stabilitas fiskal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya