Pemerintah Daerah Diminta Bijak Terbitkan Obligasi
Menteri Dalam Negeri imbau daerah hati-hati dalam menerbitkan obligasi agar tidak menimbulkan beban fiskal berkelanjutan bagi kepala daerah selanjutnya.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 11.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Dalam Negeri menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam penerbitan obligasi daerah, khususnya terkait kemampuan fiskal wilayah. Ia menyoroti risiko yang muncul jika pemerintah daerah memutuskan mengeluarkan utang tanpa mempertimbangkan kapasitas keuangan yang dimiliki. Hal ini berpotensi menimbulkan beban berkelanjutan yang harus ditanggung oleh kepala daerah periode berikutnya.
Dalam pernyataannya, Tito menyampaikan bahwa banyak kepala daerah kini mengeluhkan kewajiban utang yang diwariskan dari pemerintahan sebelumnya. Ia menekankan bahwa penerbitan obligasi seharusnya tidak menjadi jalan pintas untuk pembiayaan proyek, melainkan hanya diprioritaskan untuk kegiatan yang produktif dan mampu menghasilkan pendapatan.
Sebagai contoh, pembangunan rumah sakit yang dikelola sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dinilai layak menjadi referensi. Jika fasilitas kesehatan tersebut beroperasi secara efisien dan menghasilkan penerimaan, pendapatan tersebut dapat digunakan untuk menutup kewajiban utang sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Dengan demikian, obligasi tidak hanya menjadi beban, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pendapatan jangka panjang.
Namun, Tito menegaskan bahwa daerah dengan kapasitas fiskal rendah harus lebih selektif. Jika daerah sudah memiliki beban utang yang tinggi, menambahkan obligasi baru justru akan memperparah kondisi keuangan. Ia memperingatkan bahwa hal ini dapat menyebabkan defisit fiskal dan menurunkan kualitas layanan publik di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

7 Tipe Teman yang Mengancam Stabilitas Keuanganmu
Tidak semua pertemanan mendukung kesehatan finansial; beberapa tipe teman justru memicu pemborosan tanpa disadari.
16 September 2026

Komitmen Investasi Indonesia-China Tembus Rp88,1 Triliun
Kerja sama Two Countries Twin Parks melahirkan komitmen bisnis baru senilai Rp51 triliun, menjadikan total nilai kerja sama mencapai Rp88,1 triliun hingga September 2026.
16 September 2026

Asing Fokus Beli Saham Tambang di Tengah Aksi Jual Bersih
Investor asing mencatat net sell Rp349,3 miliar, namun tetap memperbesar posisi di emiten tambang, terutama ANTN, BUMI, dan AMMN.
16 September 2026

BBRI Tuntaskan Buyback, Serap Dana Rp90,37 Miliar
Bank Rakyat Indonesia menyelesaikan program pembelian kembali saham dengan serapan dana Rp90,37 miliar dalam periode Juni hingga September 2026.
16 September 2026
Berita Lainnya

Maret Paling Banyak Libur Merah di 2027
Rabu, 16 September 2026, 11.46 WITA

9 Makanan yang Tak Boleh Disimpan di Kulkas
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

Makanan Sehat yang Dukung Fokus Anak Secara Alami
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

<Kunci Hotel dan Amplop Jangan Disimpan Bersamaan>
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

Syarat Ketat Angkut Mobil Listrik Naik Kapal
Rabu, 16 September 2026, 11.42 WITA

Yamaha Tunda Peluncuran Motor Listrik di RI
Rabu, 16 September 2026, 11.42 WITA

iPhone 18 Pro dan Duo Resmi Sertifikasi TKDN, Siap Masuk Indonesia
Rabu, 16 September 2026, 11.35 WITA

Perusahaan AI Dorong Pembentukan Badan Standar Independen
Rabu, 16 September 2026, 11.35 WITA


