Penerimaan Pajak Tumbuh 13-14%, DJP Sebut Mesin Pemungutan Kuat
Penerimaan pajak bruto tumbuh 13-14%, melampaui pertumbuhan ekonomi dan inflasi, menunjukkan efisiensi sistem dan kapasitas administrasi perpajakan yang semakin membaik.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 12.07 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 96x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pertumbuhan penerimaan pajak bruto yang mencapai angka 13 hingga 14% menjadi bukti kenaikan kapasitas sistem pemungutan pajak di Indonesia. Angka ini jauh melampaui proyeksi pertumbuhan ekonomi sekitar 5,5% dan inflasi 2,5%, yang secara bersamaan diperkirakan berkontribusi pada pertumbuhan alamiah sekitar 6%. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan penerimaan tidak hanya berasal dari ekspansi ekonomi, tetapi juga dari efektivitas administrasi dan penerapan kebijakan perpajakan yang lebih akurat.
Direktur Jenderal Pajak menegaskan bahwa kinerja ini didukung oleh peningkatan kualitas sistem teknologi seperti Coretax, serta peningkatan kapasitas analisis dan penegakan hukum oleh petugas lapangan. Kekuatan mesin pajak kini dinilai lebih responsif terhadap perubahan kondisi ekonomi dan lebih mampu mendeteksi potensi kebocoran atau penghindaran pajak secara dini.
Meski demikian, tantangan utama masih terletak pada rasio penerimaan pajak terhadap PDB yang belum mencapai target optimal. Pemerintah menetapkan target kenaikan rasio hingga 18% dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Namun, Bimo menekankan bahwa pencapaian ini tidak bisa diraih secara sepihak oleh DJP, melainkan harus melibatkan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan fiskal, termasuk pengaturan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).
PTKP saat ini berada pada level sekitar 6,7 kali garis kemiskinan, atau setara 60–70% dari PDB per kapita—posisi yang berada di tengah dibanding negara tetangga, namun masih relatif tinggi jika dibandingkan dengan standar OECD. Penyesuaian kebijakan perlu mempertimbangkan keseimbangan antara beban wajib pajak, kebutuhan pembiayaan pembangunan, dan keberlanjutan fiskal, termasuk menjaga defisit anggaran tetap dalam batas aman.
Peningkatan penerimaan pajak, kata dia, harus dilakukan secara seimbang dan berkelanjutan, bukan semata-mata mengejar angka. Keberhasilan jangka panjang tergantung pada integrasi kebijakan fiskal yang komprehensif, di mana penerimaan, belanja, dan pembiayaan negara berjalan selaras tanpa menekan daya beli masyarakat atau mengganggu pertumbuhan ekonomi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

