Pengembangan Kelapa Strategis, Anggaran Rp154,58 M untuk 51.721 Hektare
Pemerintah mempercepat pengembangan kelapa sebagai komoditas strategis dengan alokasi anggaran Rp154,58 miliar untuk kawasan seluas 51.721 hektare hingga 2027.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 23.20 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 116x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah memperkuat basis produksi kelapa nasional melalui rencana pengembangan kawasan berbasis perkebunan rakyat yang dicanangkan hingga tahun 2027. Total luas kawasan yang ditargetkan mencapai 51.721 hektare, terdiri dari 42.721 hektare area ekspansi dan 9.000 hektare untuk peremajaan tanaman. Anggaran yang dialokasikan untuk program ini sebesar Rp154,58 miliar, menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing komoditas lokal di pasar global.
Kebijakan ini dipicu oleh lonjakan permintaan global terhadap kelapa, baik sebagai bahan baku pangan maupun industri. Menteri Koordinator Bidang Pangan menegaskan bahwa nilai ekonomi kelapa kini melampaui berbagai komoditas perkebunan lainnya. Permintaan yang terus tumbuh, terutama di negara-negara Asia seperti Tiongkok, India, dan sejumlah wilayah Asia Tenggara, mendorong pemerintah untuk mempercepat transformasi sektor kelapa.
Tantangan utama yang dihadapi adalah usia tanaman yang sudah tua dan produktivitas rendah. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah akan fokus pada peremajaan menggunakan varietas baru yang mampu berbuah dalam waktu tiga tahun, jauh lebih cepat dibandingkan kelapa konvensional yang membutuhkan enam hingga tujuh tahun. Upaya ini bertujuan agar Indonesia tidak tertinggal dari negara produsen kelapa lain seperti Thailand yang telah lebih dulu mengadopsi teknologi unggul.
Pengembangan tidak hanya terbatas pada perluasan lahan dan peremajaan, tetapi juga mencakup peningkatan manajemen perkebunan dan penguatan sektor hilir. Pemerintah mendorong pengolahan kelapa menjadi produk bernilai tambah tinggi, seperti santan cair, minyak kelapa murni, dan berbagai produk makanan olahan. Kolaborasi antara Kementerian Pertanian, Kementerian Hilirisasi, serta Badan Pengelola Dana Perkebunan (Danantara) menjadi kunci untuk mempercepat transformasi ini.
Program ini merupakan bagian dari prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya sektor pertanian dan pangan dalam pembangunan ekonomi. Fokus pemerintah kini beralih dari perkebunan besar ke perkebunan rakyat, dengan kelapa menjadi komoditas utama. Dengan dukungan bibit unggul, manajemen yang lebih baik, dan industrialisasi yang terintegrasi, diharapkan nilai ekonomi kelapa dapat dirasakan lebih luas oleh petani dan masyarakat lokal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

