Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pengembangan Kelapa Strategis, Anggaran Rp154,58 M untuk 51.721 Hektare

Pemerintah mempercepat pengembangan kelapa sebagai komoditas strategis dengan alokasi anggaran Rp154,58 miliar untuk kawasan seluas 51.721 hektare hingga 2027.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 23.20 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 116x dibuka
Pengembangan Kelapa Strategis, Anggaran Rp154,58 M untuk 51.721 Hektare📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah memperkuat basis produksi kelapa nasional melalui rencana pengembangan kawasan berbasis perkebunan rakyat yang dicanangkan hingga tahun 2027. Total luas kawasan yang ditargetkan mencapai 51.721 hektare, terdiri dari 42.721 hektare area ekspansi dan 9.000 hektare untuk peremajaan tanaman. Anggaran yang dialokasikan untuk program ini sebesar Rp154,58 miliar, menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing komoditas lokal di pasar global.

Kebijakan ini dipicu oleh lonjakan permintaan global terhadap kelapa, baik sebagai bahan baku pangan maupun industri. Menteri Koordinator Bidang Pangan menegaskan bahwa nilai ekonomi kelapa kini melampaui berbagai komoditas perkebunan lainnya. Permintaan yang terus tumbuh, terutama di negara-negara Asia seperti Tiongkok, India, dan sejumlah wilayah Asia Tenggara, mendorong pemerintah untuk mempercepat transformasi sektor kelapa.

Tantangan utama yang dihadapi adalah usia tanaman yang sudah tua dan produktivitas rendah. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah akan fokus pada peremajaan menggunakan varietas baru yang mampu berbuah dalam waktu tiga tahun, jauh lebih cepat dibandingkan kelapa konvensional yang membutuhkan enam hingga tujuh tahun. Upaya ini bertujuan agar Indonesia tidak tertinggal dari negara produsen kelapa lain seperti Thailand yang telah lebih dulu mengadopsi teknologi unggul.

Pengembangan tidak hanya terbatas pada perluasan lahan dan peremajaan, tetapi juga mencakup peningkatan manajemen perkebunan dan penguatan sektor hilir. Pemerintah mendorong pengolahan kelapa menjadi produk bernilai tambah tinggi, seperti santan cair, minyak kelapa murni, dan berbagai produk makanan olahan. Kolaborasi antara Kementerian Pertanian, Kementerian Hilirisasi, serta Badan Pengelola Dana Perkebunan (Danantara) menjadi kunci untuk mempercepat transformasi ini.

Program ini merupakan bagian dari prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya sektor pertanian dan pangan dalam pembangunan ekonomi. Fokus pemerintah kini beralih dari perkebunan besar ke perkebunan rakyat, dengan kelapa menjadi komoditas utama. Dengan dukungan bibit unggul, manajemen yang lebih baik, dan industrialisasi yang terintegrasi, diharapkan nilai ekonomi kelapa dapat dirasakan lebih luas oleh petani dan masyarakat lokal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya