Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pengendali IMPC Perkuat Kepemilikan dengan Pembelian Saham Baru

PT Tunggal Jaya Investama menambah kepemilikan saham di IMPC melalui pembelian 4,76 juta lembar saham pada September 2026, meningkatkan porsi kepemilikan menjadi 38,41%.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 11.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pengendali IMPC Perkuat Kepemilikan dengan Pembelian Saham Baru📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan pengendali PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), PT Tunggal Jaya Investama, melakukan pembelian saham secara bertahap pada 8 dan 10 September 2026. Transaksi dilakukan di Bursa Efek Indonesia dan mencatatkan peningkatan signifikan dalam kepemilikan langsung. Dalam dua hari tersebut, perusahaan membeli total 4.762.300 lembar saham dengan harga rata-rata Rp1.687 per lembar, membukukan nilai transaksi mencapai Rp7,84 miliar.

Pembelian dilakukan dengan harga yang bervariasi, yakni Rp1.617 per saham untuk 3,4 juta lembar dan Rp1.723 per saham untuk 1,362 juta lembar. Langkah ini menunjukkan komitmen strategis dari pemegang saham pengendali untuk memperkuat posisi kepemilikan di perusahaan manufaktur bahan bangunan. Setelah transaksi selesai, kepemilikan saham Tunggal Jaya Investama naik dari 38,39% menjadi 38,41%, setara dengan 21,088 miliar lembar saham.

Manajemen IMPC menyatakan bahwa tujuan utama dari transaksi ini adalah untuk memperkuat investasi jangka panjang melalui kepemilikan langsung, tanpa menyebutkan rencana pengambilalihan atau restrukturisasi. Kenaikan proporsi saham menunjukkan kepercayaan terhadap prospek perusahaan di sektor konstruksi dan bahan bangunan.

IMPC dikenal sebagai produsen utama atap UPVC, PVC, serta produk bahan bangunan lainnya dengan merek Alderon dan Royal. Perusahaan memiliki basis produksi dan distribusi yang terintegrasi, serta menjadi salah satu pemain kunci dalam pasar lokal. Kenaikan kepemilikan oleh pengendali di tengah fluktuasi pasar menandakan stabilitas dan optimisme terhadap kinerja operasional perusahaan ke depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya