Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

PHE Perluas Eksplorasi, Jaga Kemandirian Energi Nasional

PT Pertamina Hulu Energi memperluas wilayah kerja dan kolaborasi global untuk menopang produksi dan cadangan migas di tengah penurunan alamiah sumur.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 12.20 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 47x dibuka
PHE Perluas Eksplorasi, Jaga Kemandirian Energi Nasional📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terus memperkuat strategi eksplorasi dan pengembangan untuk menjaga keberlanjutan produksi minyak dan gas nasional. Dalam upaya tersebut, perusahaan memperluas cakupan operasional melalui akuisisi wilayah kerja baru dan menjalin kerja sama dengan mitra internasional. Langkah ini menjadi respons terhadap tren penurunan alamiah produksi yang mencapai rata-rata 24 persen per tahun, terutama di lapangan-lapangan eksisting. PHE menekankan pentingnya investasi jangka panjang dalam eksplorasi untuk membuka peluang temuan cadangan baru, khususnya di area frontier dan deep water.

Sejak 2023 hingga 2026, PHE telah mendapatkan delapan wilayah kerja eksplorasi baru di Indonesia, termasuk di wilayah seperti Bunga, Peri Mahakam, East Natuna, dan North Ketapang, serta satu wilayah di Malaysia, Blok SK-510. Hingga Juli 2026, terdapat 12 studi bersama dengan perusahaan energi global, di mana sepuluh di antaranya masih berlangsung. Berdasarkan data S&P Global 2026, PHE mencatatkan penambahan area eksplorasi terbesar di dunia selama periode 2021–2025, mencapai lebih dari 90 ribu kilometer persegi, menunjukkan komitmen kuat dalam pengembangan sumber daya energi nasional.

Pada 2025, PHE berhasil mencatatkan produksi sebesar 1,032 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD), dengan kontribusi minyak sebesar 556 ribu barel per hari dan gas sebesar 2.757 juta kaki kubik per hari. Produksi ini didukung oleh pemboran eksploitasi sebanyak 887 sumur, workover pada 1.288 sumur, serta layanan sumur pada 37.266 titik operasi. Di bidang eksplorasi, PHE melakukan pemboran 20 sumur, survei seismik 2D sepanjang 2.931 kilometer, dan survei seismik 3D seluas 855 kilometer persegi, yang menghasilkan penemuan sumber daya kontingen (2C) sebesar 1.097,43 juta barel setara minyak (MMBOE).

Salah satu kontribusi utama berasal dari temuan migas nonkonvensional di Wilayah Kerja Rokan, yang mencapai 724,22 juta barel minyak (MMBO). Selain itu, PHE membukukan tambahan cadangan terbukti (P1) sebesar 314 MMBOE melalui aktivitas merger dan akuisisi, termasuk aset di Aljazair melalui proyek MLN Phase 5 di Blok 4. Perusahaan juga terus mengoptimalkan produksi melalui revitalisasi aset lama, penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR), serta pengembangan infrastruktur pendukung seperti Carbon Capture and Storage (CCS/CCUS). Dengan kontribusi 65 persen terhadap produksi minyak nasional dan 35 persen terhadap produksi gas, PHE berperan kunci dalam menjaga ketahanan energi Indonesia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya