PM Nepal Berusia 36 Tahun Tolak Bantuan Asing Pasca Bencana
Perdana Menteri Nepal Balendra Shah menolak bantuan penyelamatan dari negara lain pasca banjir bandang yang menewaskan hampir 400 orang, termasuk banyak turis.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perdana Menteri Nepal Balendra Shah menegaskan penolakan terhadap bantuan penyelamatan dari berbagai negara asing, termasuk India, China, Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Sri Lanka, dan Bangladesh, setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah-wilayah strategis. Kementerian Luar Negeri Nepal menyatakan bahwa meski banyak negara menawarkan tim SAR secara resmi maupun tidak resmi, pemerintah memilih mengandalkan sumber daya dalam negeri untuk menangani krisis. Bencana ini telah menewaskan hampir 400 jiwa dan menyebabkan 1.400 orang hilang, sebagian besar di antaranya merupakan wisatawan asing yang sedang berkunjung ke daerah terdampak.
Shah, yang berusia 36 tahun, merupakan pemimpin termuda di dunia dan mantan rapper yang dikenal melalui karya-karyanya yang mengkritik korupsi dan ketimpangan sosial. Ia menjadi pemimpin negara setelah kemenangan telak dalam pemilihan umum Maret lalu, menggantikan dominasi partai-partai tradisional yang telah lama menguasai politik Nepal. Sebelum menjabat sebagai perdana menteri, ia menjabat sebagai walikota Kathmandu, di mana ia dikenal dengan kebijakan tegas seperti pembongkaran bangunan ilegal dan upaya membersihkan kota dari praktik korupsi. Popularitasnya meningkat pesat saat protes massal melanda Nepal pada September tahun lalu, yang dipicu larangan media sosial dan berubah menjadi gerakan menentang ketidakadilan ekonomi serta kekerasan kepolisian.
Lagu-lagu karyanya, seperti "Balidan" dan "Nepal Haseko", menjadi simbol perlawanan dan harapan bagi generasi muda Nepal, dengan video "Balidan" mencatat lebih dari 14 juta tayangan di YouTube. Ia membangun basis dukungan melalui media sosial, menyampaikan janji besar seperti pemberantasan korupsi, reformasi sistem peradilan, serta penciptaan 1,2 juta lapangan kerja baru. Kemenangannya atas mantan perdana menteri KP Sharma Oli di daerah pemilihan Jhapa 5, yang sebelumnya menjadi basis kekuasaan Oli, menjadi bukti kekuatan politik baru yang muncul dari gerakan sosial.
Namun, kepemimpinannya juga diwarnai kontroversi. Organisasi HAM seperti Human Rights Watch mengkhawatirkan penggunaan kekuasaan yang berlebihan terhadap pedagang kaki lima saat ia menjabat walikota. Di sisi lain, unggahan Facebook yang berisi kata-kata kasar terhadap negara dan partai politik sempat memicu kritik, meski kemudian dihapus. Kini, pemerintah Shah dihadapkan pada tantangan besar, termasuk menangani dampak dari perang di Timur Tengah yang memengaruhi tenaga kerja Nepal, pengangguran tinggi, ekonomi yang stagnan, serta kewajiban menindaklanjuti hasil investigasi atas kematian 77 demonstran dalam kerusuhan 2025.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

The Weeknd Siap Tampil di Jakarta, 26-27 September 2026
Konser tunggal pertama The Weeknd di Jakarta digelar di Stadion Internasional Jakarta pada 26 dan 27 September 2026 dengan setlist yang diprediksi mencakup sekitar 38 lagu ikonik dari berbagai era kariernya.
13 September 2026

Pezeshkian Tegaskan Ketahanan Iran Hadapi Tekanan AS-Israel
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan tekad negaranya tidak akan menyerah terhadap tekanan AS dan Israel dalam pidato di New Delhi, sementara India soroti risiko keamanan maritim dan ketergantungan energi akibat krisis di Selat Hormuz.
12 September 2026

Volkswagen Siapkan PHK 60 Ribu Karyawan, Biaya Capai Rp334 Triliun
Perusahaan otomotif Jerman Volkswagen akan menanggung biaya hingga 16 miliar euro atau sekitar Rp334 triliun untuk restrukturisasi besar-besaran, termasuk pemutusan hubungan kerja hingga 60.000 karyawan secara global.
12 September 2026

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026
Berita Lainnya

Konten Kreator Kantong Merah Merambah Pungut Sampah di Kota Kendari
Selasa, 15 September 2026, 03.12 WITA

Cuaca Ekstrem Berdampak pada Harga Ikan di Pasar Tradisional
Selasa, 15 September 2026, 03.12 WITA

Rumah Bordil dan Alkohol Tradisional Tersembunyi di Sultra
Selasa, 15 September 2026, 03.12 WITA

Platform Digital Belum Penuhi Kewajiban Lindungi Anak
Senin, 14 September 2026, 22.36 WITA

Redmi Note 17 Pro Max Siap Hadir dengan Baterai 10.000mAh
Senin, 14 September 2026, 22.36 WITA

Pemerintah Serahkan DIM RUU Ketenagakerjaan ke DPR
Senin, 14 September 2026, 22.35 WITA

Gibran Ucapkan Selamat untuk Menkeu Baru
Senin, 14 September 2026, 22.35 WITA

PTBA Jaga Aliran Batu Bara Lewat Rel, Tak Terganggu Kemarau
Senin, 14 September 2026, 22.34 WITA


