Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Potensi Air Laut Dalam Dorong Kemandirian Air Minum Nasional

Indonesia perlu manfaatkan air mineral laut dalam sebagai solusi berkelanjutan hadapi krisis air, khususnya di wilayah rawan kelangkaan seperti Jawa dan Bali–Nusa Tenggara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 12.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Potensi Air Laut Dalam Dorong Kemandirian Air Minum Nasional📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Peringatan Hari Maritim Nasional pada 23 September menjadi momen strategis untuk mengevaluasi potensi kelautan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Di tengah tumbuhnya tekanan terhadap ketersediaan air bersih, sumber daya laut dalam menawarkan alternatif berkelanjutan yang bisa mengurangi ketergantungan pada air tanah dan permukaan. Khususnya di wilayah seperti Jawa dan Bali–Nusa Tenggara yang diperkirakan mengalami peningkatan tekanan kelangkaan air hingga 9,6 persen pada 2045, solusi inovatif seperti air mineral laut dalam (AMLD) menjadi krusial.

AMLD diperoleh dari kedalaman antara 200 hingga 1.500 meter, di mana air memiliki kualitas stabil, suhu rendah, serta kandungan mineral alami yang lebih tinggi dibandingkan air laut permukaan. Setelah melalui proses desalinasi dan pemurnian, air ini dapat dijadikan bahan baku air minum dalam kemasan, garam premium, hingga produk industri kesehatan dan kosmetik. Keunggulan utamanya adalah ketersediaan sepanjang tahun tanpa terpengaruh musim atau perubahan iklim.

Pemanfaatan AMLD tidak hanya terbatas pada sektor air minum. Suhu air dalam yang stabil sekitar 10°C dapat dimanfaatkan sebagai sumber pendingin bagi industri dan gedung berteknologi tinggi. Selain itu, potensi energi terbarukan melalui teknologi Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC) juga terbuka lebar, sebagaimana telah diuji coba di negara-negara maju seperti Jepang dan Amerika Serikat. Dengan pengembangan yang tepat, AMLD bisa menjadi fondasi industri kelautan bernilai tambah tinggi di Indonesia.

Pemerintah perlu mendorong kolaborasi antara lembaga riset, sektor swasta, dan pemerintah daerah untuk membangun ekosistem industri AMLD secara berkelanjutan. Langkah ini tidak hanya menjawab tantangan krisis air, tetapi juga meningkatkan kemandirian nasional, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam ekonomi kelautan global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya