IHSG Diproyeksikan Stabil di Rentang 6.370–6.580
Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan bergerak dalam kisaran 6.370 hingga 6.580 dengan potensi rebound jika mampu bertahan di atas level support kunci.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 09.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menunjukkan pergerakan stabil pada perdagangan Selasa (22/9), dengan potensi penguatan jika mampu mempertahankan posisi di atas level support utama. Analis Teknikal MNC Sekuritas menyatakan bahwa indeks masih berada dalam gelombang iv dari formasi wave (c) pada tren hitam, sehingga rentan menguji kembali area 6.290 hingga 6.370. Namun, jika berhasil menahan level 6.370, kemungkinan kenaikan menuju rentang 6.541 hingga 6.581 tetap terbuka.
Perkiraan tersebut disertai dengan proyeksi rentang perdagangan hari ini, dengan support di posisi 6.371 dan 6.279, serta resistance pada 6.585 dan 6.633. Rekomendasi saham dari analis ini mencakup ASII, BBNI, DEWA, dan HRTA, sebagai instrumen yang dinilai memiliki potensi kenaikan dalam tenggat waktu dekat.
Di sisi lain, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menyampaikan pandangan serupa namun dengan penekanan pada risiko koreksi lebih dalam jika indeks gagal bertahan di atas 6.370. Ia memperkirakan IHSG berpeluang rebound menuju 6.582 hingga 6.639 selama level tersebut tetap utuh. Namun, jika menembus di bawah 6.370, tekanan penurunan dapat melanjutkan ke area 6.290.
Rentang support yang disebutkan mencakup 6.370, 6.290, dan 6.179, sementara resistance berada di 6.639, 6.752, 6.835, hingga 6.916. Ivan juga merekomendasikan saham ADMR, ADRO, EMTK, dan TLKM sebagai pilihan investasi berpotensi menguat.
Pada penutupan perdagangan Senin (21/9), IHSG berada di level 6.384, melemah 56,43 poin atau 0,88 persen dibandingkan sesi sebelumnya. Volume transaksi mencapai Rp11,84 triliun dengan 26,90 miliar saham diperdagangkan. Sebanyak 280 saham menguat, 354 terkoreksi, dan 156 stagnan, menunjukkan dominasi tekanan jual dalam sesi tersebut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Venezuela Ajukan Restrukturisasi Utang Rp3,56 Pilar ke AS
Delegasi Venezuela dipimpin Presiden Sementara Delcy Rodriguez melakukan pembicaraan strategis di New York terkait utang, energi, dan pertambangan dengan AS, menyusul langkah normalisasi diplomasi dan ekonomi.
22 September 2026

Rupiah Tahun Cetak 2026 Tetap Sah Meski Tanda Tangan Pejabat Lama
Uang rupiah cetak 2026 dengan tanda tangan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap berlaku dan sah digunakan di seluruh wilayah Indonesia, meski pejabat tersebut telah berganti.
22 September 2026

Utang Prancis Tembus 121,7% PDB, Ancaman Krisis Menanti
Proyeksi Kementerian Keuangan menunjukkan utang publik Prancis akan melonjak hingga 121,7% PDB pada 2027, disertai defisit 5,4% dan premi pinjaman melonjak, memicu langkah penghematan 54 miliar euro.
22 September 2026

Jakarta Rencanakan Terbitkan Obligasi Daerah, New York Siap Berbagi Pengalaman
Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota New York sepakat berkolaborasi dalam pengelolaan keuangan daerah dan penanganan tantangan perkotaan, termasuk penerbitan obligasi daerah dan mitigasi banjir.
22 September 2026
Berita Lainnya

Padel Jadi Pilihan Olahraga Modern di Kota
Selasa, 22 September 2026, 09.30 WITA

Etomidate dalam Vape: Bahaya Anestesi Ilegal yang Mengancam Jiwa
Selasa, 22 September 2026, 09.29 WITA

Vape Berisi Etomidate Mengancam Jiwa, BPOM Siap Bantu Penyelidikan
Selasa, 22 September 2026, 09.29 WITA

Kucing Menjilat Sesama, Bisa Jadi Bentuk Kekerasan Tersembunyi
Selasa, 22 September 2026, 09.17 WITA

EV Naik, Industri Suku Cadang Tetap Menguntungkan
Selasa, 22 September 2026, 09.15 WITA

Aman Naik Taksi Online Malam Hari, Ini Langkah Praktisnya
Selasa, 22 September 2026, 09.07 WITA

80 Pejuang Houthi Tewas dalam Pertempuran Sengit di Marib
Selasa, 22 September 2026, 09.05 WITA

Insentif Motor Listrik Tertunda, Industri Minta Kepastian Jangka Panjang
Selasa, 22 September 2026, 09.04 WITA

