OJK Imbau Bank Evaluasi Kemampuan Bayar Sebelum Naikkan Suku Bunga
OJK meminta bank meninjau kemampuan bayar debitur sebelum menaikkan suku bunga kredit, termasuk KPR, demi menjaga stabilitas dan kualitas aset perbankan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 09.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya evaluasi mendalam terhadap kemampuan bayar nasabah sebelum melakukan penyesuaian suku bunga kredit, khususnya dalam konteks kenaikan BI Rate yang berkelanjutan hingga Juli 2026. Dalam pernyataan resmi, OJK menyampaikan bahwa transmisi kenaikan suku bunga ke sektor kredit berlangsung secara bertahap, dengan kenaikan rata-rata suku bunga kredit rupiah sebesar 15 bps selama periode April hingga Juli, sejalan dengan kenaikan BI Rate sebesar 100 bps secara kumulatif.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa kebijakan penetapan suku bunga perbankan harus mempertimbangkan struktur biaya dana (CoF) dan strategi masing-masing lembaga. Ia menekankan bahwa kenaikan suku bunga yang terlalu cepat atau tinggi berpotensi memperburuk risiko kredit, terutama bagi debitur yang rentan terhadap fluktuasi suku bunga. Oleh karena itu, bank diminta menjaga keseimbangan antara pengelolaan biaya pendanaan, kualitas aset, dan kelancaran penyaluran kredit.
Upaya optimalisasi pendanaan, khususnya dengan meningkatkan porsi dana murah, dinilai menjadi kunci dalam menciptakan fleksibilitas penetapan suku bunga. Dengan struktur pendanaan yang sehat, bank dapat lebih adaptif terhadap perubahan pasar tanpa menekan daya saing dan profitabilitas jangka panjang. OJK juga menekankan perlunya penyesuaian suku bunga secara bertahap dan terukur, serta menjaga transparansi dalam komunikasi produk kepada konsumen.
Data terbaru menunjukkan kredit perbankan mencapai Rp9,135 triliun pada Juli 2026, tumbuh 13,58% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya—melambung dari pertumbuhan 12,67% pada Juni. Namun, kenaikan kredit tersebut tidak disertai tekanan signifikan terhadap kualitas aset. Rasio NPL gross naik tipis menjadi 2,10% dari 2,09% bulan sebelumnya, sementara NPL net membaik menjadi 0,81% dari 0,82%, serta Loan at Risk (LAR) turun dari 8,47% ke 8,39%.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Venezuela Ajukan Restrukturisasi Utang Rp3,56 Pilar ke AS
Delegasi Venezuela dipimpin Presiden Sementara Delcy Rodriguez melakukan pembicaraan strategis di New York terkait utang, energi, dan pertambangan dengan AS, menyusul langkah normalisasi diplomasi dan ekonomi.
22 September 2026

Rupiah Tahun Cetak 2026 Tetap Sah Meski Tanda Tangan Pejabat Lama
Uang rupiah cetak 2026 dengan tanda tangan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap berlaku dan sah digunakan di seluruh wilayah Indonesia, meski pejabat tersebut telah berganti.
22 September 2026

Utang Prancis Tembus 121,7% PDB, Ancaman Krisis Menanti
Proyeksi Kementerian Keuangan menunjukkan utang publik Prancis akan melonjak hingga 121,7% PDB pada 2027, disertai defisit 5,4% dan premi pinjaman melonjak, memicu langkah penghematan 54 miliar euro.
22 September 2026

Jakarta Rencanakan Terbitkan Obligasi Daerah, New York Siap Berbagi Pengalaman
Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota New York sepakat berkolaborasi dalam pengelolaan keuangan daerah dan penanganan tantangan perkotaan, termasuk penerbitan obligasi daerah dan mitigasi banjir.
22 September 2026
Berita Lainnya

Padel Jadi Pilihan Olahraga Modern di Kota
Selasa, 22 September 2026, 09.30 WITA

Etomidate dalam Vape: Bahaya Anestesi Ilegal yang Mengancam Jiwa
Selasa, 22 September 2026, 09.29 WITA

Vape Berisi Etomidate Mengancam Jiwa, BPOM Siap Bantu Penyelidikan
Selasa, 22 September 2026, 09.29 WITA

Kucing Menjilat Sesama, Bisa Jadi Bentuk Kekerasan Tersembunyi
Selasa, 22 September 2026, 09.17 WITA

EV Naik, Industri Suku Cadang Tetap Menguntungkan
Selasa, 22 September 2026, 09.15 WITA

Aman Naik Taksi Online Malam Hari, Ini Langkah Praktisnya
Selasa, 22 September 2026, 09.07 WITA

80 Pejuang Houthi Tewas dalam Pertempuran Sengit di Marib
Selasa, 22 September 2026, 09.05 WITA

Insentif Motor Listrik Tertunda, Industri Minta Kepastian Jangka Panjang
Selasa, 22 September 2026, 09.04 WITA

