Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo Tugaskan Airlangga Perkuat Ekosistem Logistik Nasional

Pemerintah melalui Perpres 41/2026 menugaskan Airlangga Hartarto perkuat logistik nasional untuk turunkan biaya dari 14,29% ke 8% PDB dalam beberapa tahun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 23.09 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 42x dibuka
Prabowo Tugaskan Airlangga Perkuat Ekosistem Logistik Nasional📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto menetapkan langkah strategis untuk menekan beban logistik nasional dengan menugaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin penguatan ekosistem logistik melalui Peraturan Presiden Nomor 41 Tahun 2026. Arahan ini menjadi fondasi utama dalam transformasi sistem distribusi yang lebih efisien, terintegrasi, dan berbasis digital. Tujuannya adalah mempercepat penurunan biaya logistik yang saat ini masih berada pada level 14,29% terhadap PDB, dengan target akhir mencapai 8% dalam periode bertahap.

Pemerintah menilai bahwa perbaikan infrastruktur konektivitas, digitalisasi layanan, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci utama pencapaian target tersebut. Salah satu inovasi kunci yang telah diluncurkan adalah National Logistics Ecosystem (NLE), yang mampu mengurangi biaya logistik hingga 17% dan memangkas waktu layanan hingga 73%. Kini, pemerintah berencana memperluas penerapan NLE secara menyeluruh, mulai dari perizinan B2G hingga G2G, untuk menciptakan sistem yang lebih responsif dan transparan.

Dalam upaya mengurangi beban jalan raya, pemerintah mempercepat pengembangan pelabuhan darat, termasuk di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), yang diharapkan mampu mendekatkan layanan kepabeanan dengan pusat produksi. Selain itu, integrasi multimoda antara jalan, kereta api, dan laut menjadi prioritas strategis untuk meningkatkan efisiensi distribusi dan mengurangi ketergantungan berlebihan pada truk. Untuk mendukung transformasi ini, pemerintah membuka akses Kredit Industri Padat Karya (KIPK) bagi sektor transportasi dan pergudangan guna mendorong peremajaan armada truk yang masih berusia tua.

Peningkatan kapasitas SDM logistik juga menjadi bagian tak terpisahkan dari rencana aksi. Pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, serta pengembangan kapasitas penyedia jasa logistik akan diperkuat untuk mendukung transisi menuju sistem yang lebih digital dan profesional. Airlangga optimistis bahwa koordinasi lintas sektor yang terintegrasi akan mampu mewujudkan sistem logistik yang lebih efisien, sehingga produk ekspor menjadi lebih kompetitif dan barang di pasar domestik menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya