Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Presiden Iran Bawa Foto Khamenei di Sidang PBB

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengungkapkan duka dan kecaman atas tewasnya pemimpin tertinggi Khamenei dalam serangan AS-Israel, sambil menekankan korban sipil dan pelanggaran hukum internasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 12.24 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Presiden Iran Bawa Foto Khamenei di Sidang PBB📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dalam pidato di Sidang Majelis Umum PBB, Presiden Iran Masoud Pezeshkian membawa foto mendiang Ayatollah Ali Khamenei, mantan pemimpin tertinggi yang gugur dalam serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari. Ia menekankan bahwa tindakan itu dilakukan tanpa dasar hukum dan berdampak luas terhadap rakyat Iran, yang dianggap menjadi korban dari aksi terorisme negara. Pezeshkian menyampaikan bahwa peristiwa tersebut bukan sekadar kehilangan pemimpin, tetapi tragedi nasional yang melibatkan keluarga dan struktur kepemimpinan negara.

Dalam paparannya, Pezeshkian mengungkapkan bahwa serangan itu menewaskan Khamenei bersama anak perempuannya, menantunya, dan cucunya, serta merenggut nyawa sejumlah pejabat strategis di bidang pertahanan dan nuklir. Ia menyoroti kebrutalan operasi yang menyerang fasilitas sipil, termasuk sekolah, yang menyebabkan gugurnya anak-anak tak berdosa. “Saya dari Iran, di mana mereka sebenarnya membom sekolah,” tegasnya, menekankan bahwa serangan itu melanggar prinsip-prinsip dasar perlindungan terhadap warga sipil.

Ia menegaskan bahwa Iran tidak pernah menyerah terhadap ancaman, dan segera merespons serangan dengan tindakan balasan militer yang berkelanjutan hingga kini. Meskipun kedua belah pihak sempat mencapai gencatan senjata dan menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik, Pezeshkian menilai pihak Amerika Serikat telah berulang kali melanggar kesepakatan tersebut. Ia menyoroti ketidakberpihakan AS terhadap keamanan regional dan menekankan bahwa tindakan militer tanpa mandat internasional harus dipertanggungjawabkan.

Pernyataan Pezeshkian menjadi bagian dari upaya diplomatik Iran untuk menekan tekanan internasional dan menggambarkan posisi negaranya sebagai korban dari konflik yang dipicu oleh intervensi asing. Dengan membawa foto Khamenei, ia menekankan aspek emosional dan historis dari peristiwa, sekaligus menyerukan keadilan bagi korban dan penghentian aksi militer yang tidak berdasar. Tujuan utamanya adalah menggambarkan Iran sebagai negara yang berdiri teguh dalam membela kedaulatan dan martabat nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya