Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Presiden Iran Tegaskan Ketahanan Hadapi Tekanan AS di PBB

Pezeshkian menegaskan Iran tak akan menunduk terhadap tekanan AS, menolak blokade Selat Hormuz, dan menyalahkan Washington atas serangan yang menewaskan warga sipil, termasuk anak-anak dan tokoh tinggi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 12.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Presiden Iran Tegaskan Ketahanan Hadapi Tekanan AS di PBB📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dalam pidato di Sidang Majelis Umum PBB, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan secara tegas bahwa negaranya tidak akan tunduk atau mengalah menghadapi ancaman dan sanksi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa perlawanan rakyat Iran akan semakin kuat seiring meningkatnya tekanan eksternal, menekankan bahwa Teheran tidak akan pernah menggoyahkan prinsip kedaulatan dan keberanian dalam menghadapi agresi.

Pezeshkian menyoroti pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur vital, menekankan bahwa penggunaannya tidak boleh dimanfaatkan untuk menyerang Iran sementara pihak lain memperoleh akses bebas. Ia menolak praktik yang dianggap tidak adil dan merugikan, menekankan bahwa negaranya berhak melindungi wilayah strategis dari intervensi asing.

Dalam kesempatan itu, ia menuding AS melakukan aksi yang setara dengan terorisme, terutama terkait insiden yang menewaskan mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di awal konflik. Pezeshkian menampilkan foto besar tokoh tersebut serta lebih dari 150 anak sekolah yang gugur dalam serangan awal, sebagai bukti bahwa warga sipil menjadi korban utama dari agresi asing.

Ia menegaskan bahwa Iran hanya bertindak dalam rangka membela diri, bukan sebagai pelaku terorisme. Menurutnya, rakyat Iran yang tak bersalah menjadi sasaran serangan tak bermoral dari Amerika Serikat dan Israel, yang ia sebut sebagai tindakan pengecut. Pezeshkian menegaskan bahwa perlawanan yang dilakukan adalah bentuk perlawanan yang sah dan terus menerus.

Kehadirannya di New York, pusat pertemuan diplomatik global, sempat dipertanyakan karena ketidakpastian visa dari AS. Namun akhirnya, Pezeshkian diberikan izin masuk, meski beberapa anggota rombongan tidak diberikan akses. Keberadaannya di forum internasional ini menjadi simbol keteguhan politik Iran dalam menjaga kedaulatan dan keberpihakan terhadap kepentingan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya