Dugaan Keracunan Siswa SMA Tonggauna, GERAK-SULTRA Minta Pemeriksaan Mendalam MBG
Ketua GERAK-SULTRA meminta BGN dan polisi periksa pengelolaan Makan Bergizi Gratis pasca dugaan keracunan di SMA Tonggauna, Sultra.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 12.00 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 MediaKendariKendari, ıNarasikita - Kasus dugaan keracunan yang menimpa sejumlah siswa dan guru di SMA Negeri Tonggauna, Sulawesi Tenggara, kembali memicu kekhawatiran terhadap sistem pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketua Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK-SULTRA), Wiwin Saputra, menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola, standar sanitasi, dan mekanisme distribusi makanan dalam program yang seharusnya menopang kesehatan masyarakat.
Ia menekankan bahwa tujuan utama MBG adalah memberikan pangan bergizi secara aman dan merata kepada kelompok rentan, termasuk siswa, ibu hamil, dan balita. Namun, jika makanan yang disalurkan berpotensi membahayakan kesehatan, maka sistem pengawasan harus dipertanyakan secara serius. Menurut Wiwin, program yang bermanfaat bisa berubah menjadi risiko jika proses pengelolaannya tidak dijaga ketat dan terbuka.
Wiwin menyoroti bahwa pengalaman serupa sebelumnya harus menjadi pelajaran bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Sultra. Ia menekankan perlunya pengawasan berjenjang—mulai dari persiapan bahan, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi—yang dilakukan secara konsisten dan transparan. Pemeriksaan tidak boleh hanya dilakukan setelah terjadi insiden, melainkan harus bersifat preventif dan terus-menerus.
Ia juga mempertanyakan skema pelaksanaan MBG yang melibatkan banyak pihak, termasuk SPPG, yayasan, dan mitra penyedia. Dengan jumlah pelaku yang banyak, risiko penyimpangan meningkat, terutama jika tidak ada sistem pengawasan yang kuat. Selain itu, ia menyoroti potensi penyimpangan anggaran yang bisa muncul bukan hanya dari kesalahan individu, tetapi juga dari kelemahan desain sistem dan lemahnya transparansi.
Wiwin menekankan pentingnya evaluasi berkala terhadap SPPG, tidak hanya dari sisi jumlah makanan yang didistribusikan, tetapi juga kualitas, keamanan, kandungan gizi, dan kondisi kesehatan penerima manfaat. Ia menyarankan pemerintah menggunakan data gizi sebagai acuan baseline untuk menilai efektivitas program. Terkait insiden di SMA Tonggauna, ia meminta Badan Gizi Nasional (BGN) dan aparat hukum segera melakukan pemeriksaan terhadap pelaku pengadaan makanan guna mengungkap penyebab kejadian dan mencegah terulangnya kasus serupa.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pelabuhan Murhum Wujudkan Layanan Penumpang Terbaik di Sulawesi Tenggara
Pelabuhan Murhum berupaya menjadi pelabuhan penumpang terbaik di Sulawesi Tenggara.
26 September 2026

Tempat Nongkrong di Bau-Bau yang Paling Asik Ada di Sini Sedhana
Sebuah tempat nongkrong bernama Sedhana di Kota Bau-Bau disebut sebagai lokasi yang paling asik untuk bersantai.
26 September 2026

LIRA Minta Kejati Telusuri Aliran Dana Pilkada dari TMS
LIRA mendesak Kejati Sultra menyelidiki dugaan aliran dana dari PT TMS ke pembiayaan Pilkada 2024, menekankan pentingnya pemeriksaan transaksi berbasis bukti.
26 September 2026

PT CNI dan Pejabat ESDM Diduga Korupsi Nikel Rp401 Miliar
Kejaksaan Agung menetapkan PT CNI dan empat eks pejabat ESDM sebagai tersangka kasus korupsi tata kelola nikel yang merugikan negara hampir 402 miliar rupiah.
26 September 2026
Berita Lainnya

Presiden Iran Bawa Foto Khamenei di Sidang PBB
Sabtu, 26 September 2026, 12.24 WITA

Presiden Iran Tegaskan Ketahanan Hadapi Tekanan AS di PBB
Sabtu, 26 September 2026, 12.22 WITA

Abbas Serukan Tindakan Global Hadapi Ancaman Kebangsaan Palestina
Sabtu, 26 September 2026, 12.17 WITA

Israel Coba Ajak Iran Pakai Starlink, Ditolak Mentah-Mentah
Sabtu, 26 September 2026, 12.16 WITA

IHSG Terpuruk Sepekan, Pasar Modal kehilangan Rp361 Triliun
Sabtu, 26 September 2026, 12.14 WITA

50 Pati Polri Naik Pangkat, Roycke Harry Langie Jadi Komjen
Sabtu, 26 September 2026, 12.14 WITA

Beli iPhone 1TB di Luar Negeri? Siapkan Rp8 Juta di Bandara
Sabtu, 26 September 2026, 12.13 WITA

Apple Luncurkan HP Lipat, Samsung Catat Lonjakan Penjualan
Sabtu, 26 September 2026, 12.13 WITA

