Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Program Budi Daya Ikan Darat Tematik Diperluas ke 4.000 Lokasi

Pemerintah menargetkan ekspansi program budi daya ikan darat tematik ke 4.000 lokasi nasional pada 2026 untuk dukung kebutuhan pangan dan program makan bergizi gratis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 15.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Program Budi Daya Ikan Darat Tematik Diperluas ke 4.000 Lokasi📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah menetapkan target ekspansi Program Budi Daya Ikan Darat Tematik hingga mencapai 4.000 lokasi di seluruh wilayah Indonesia pada tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memenuhi kebutuhan konsumsi ikan dalam negeri sekaligus mendukung program makan bergizi gratis yang dicanangkan pemerintah. Sejauh ini, program telah diluncurkan di 100 lokasi yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur sebagai uji coba skala nasional.

Fokus utama program berada pada dua jenis ikan, yaitu lele dan nila, yang dipilih karena proses budidaya yang relatif singkat dan tingkat keberhasilan tinggi. Kedua jenis ikan ini dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan asupan protein masyarakat secara luas, terutama di daerah terpencil yang minim akses terhadap sumber protein hewani. Pengembangan dilakukan secara bertahap, dengan model pengelolaan yang berubah seiring waktu sesuai tahap implementasi.

Pada tahun 2025, pengelolaan program dilakukan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yang melibatkan berbagai pihak mulai dari pembudidaya, pengurus, anggota koperasi, hingga pelaku rantai pasok seperti pemasok pakan, pekerja, pembenih, pengolah, dan pemasar lokal. Pada 2026, peran pemerintah desa akan diperkuat sebagai pelaksana utama, dengan kewenangan melibatkan masyarakat umum, kelompok masyarakat, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta KDKMP dalam pelaksanaan kegiatan.

Hasil panen dari program ini akan didistribusikan melalui koperasi atau lembaga pengelola ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pasar tradisional, pelaku pengolahan, rumah makan, dan jaringan ritel. Dengan demikian, tidak hanya produksi ikan yang meningkat, tetapi juga tercipta lapangan kerja baru, peningkatan pendapatan masyarakat, penguatan ekonomi desa, serta penguatan usaha mikro dan lokal. Tujuan utamanya adalah menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan sambil memperkuat kemandirian ekonomi di tingkat bawah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya