Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Maudy Ayunda Minta Maaf Usai Video Mindfulness Picu Kontroversi

Aktris Maudy Ayunda meminta maaf atas kontroversi yang muncul dari video opini tentang mindfulness di tengah krisis nasional, menyadari kekurangan refleksi terhadap realitas yang dirasakan banyak pihak.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 19.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Maudy Ayunda Minta Maaf Usai Video Mindfulness Picu Kontroversi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Maudy Ayunda secara terbuka menyampaikan permohonan maaf setelah video berjudul *Mindfulness in the Age of Bad News* yang diunggah pada 21 Agustus 2026 memicu reaksi keras dari publik. Dalam konten tersebut, ia menjelaskan strategi pribadi untuk menjaga kesehatan mental dengan membatasi paparan berita negatif, termasuk isu kebakaran hutan, bencana alam, dan kebijakan pemerintah yang dipandang tidak efektif. Ia menekankan bahwa tindakan tersebut dilakukan sebagai bentuk perlindungan diri terhadap beban emosional yang berkelanjutan.

Namun, narasi yang disampaikan justru dianggap tidak peka oleh sebagian besar netizen. Banyak yang menyoroti bahwa bagi banyak warga, kabar buruk bukan sekadar informasi, melainkan pengalaman nyata yang mengancam keselamatan, kesejahteraan, dan kehidupan sehari-hari. Kritik tajam muncul, terutama dari mereka yang tinggal di daerah terdampak karhutla dan bencana lainnya, yang menyebut bahwa menolak informasi bukanlah pilihan yang tersedia bagi mereka. Beberapa komentar menyoroti ketidaksesuaian nada, bahkan menyebut sikap tersebut sebagai bentuk ketidakpedulian dari kalangan yang memiliki akses lebih luas.

Menanggapi gelombang kritik yang terus membesar, Maudy mengunggah klarifikasi dan permohonan maaf melalui komentar pada unggahan video tersebut pada 13 September 2026. Ia menyadari bahwa menghindari berita negatif merupakan privasi yang tidak dimiliki semua orang, terutama bagi mereka yang secara langsung terkena dampak dari peristiwa yang dilaporkan. Ia mengakui bahwa dalam video awal, belum cukup mempertimbangkan keterbatasan akses dan realitas yang dihadapi berbagai kelompok masyarakat.

Maudy menegaskan bahwa tujuan awal dari mindfulness bukan untuk menutup mata terhadap penderitaan, melainkan sebagai alat untuk tetap stabil secara mental agar tetap bisa merespons dengan bijak dan peduli. Ia menyatakan bahwa dirinya tidak bermaksud mengabaikan krisis, tetapi justru ingin mendorong keseimbangan dalam menanggapi tekanan informasi. Ia juga menyatakan terbuka terhadap masukan publik sebagai bagian dari proses pembelajaran pribadi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya